Tutup
Kesehatan

Kurang Tidur Bisa Bikin Kekenyalan Kulit Menurun, Penjelasannya Begini

139
×

Kurang Tidur Bisa Bikin Kekenyalan Kulit Menurun, Penjelasannya Begini

Sebarkan artikel ini
JUMPA PERS: Tentang perawatan kulit dan menjaga kualitas kolagen. (humas nutriville)

JAKARTA, ZonaJogja.Com – PT Asia Health Energi Beverage (AHEB) resmi meluncurkan NutriVille.

Ini adalah produk minuman kolagen terbaru. Bermanfaat mendukung kesehatan kulit dan tubuh.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Kolagen adalah protein struktural utama dalam jaringan ikat dan komponen matriks jaringan ekstraseluler.

Kolagen ada dalam pembentukan fibroblas, keratinosit, melanosit, dan sel khusus sistem kekebalan kulit di tubuh manusia.

Presentase kolagen sebanyak 25 – 30 persen dari semua protein dalam tubuh. Banyak terdapat pada kulit, rambut, tendon, tulang rawan, dan tulang.

“Aksi ganda kolagen pada kulit adalah menyediakan komponen building blocks untuk kulit, serta mengikat reseptor di fibroblas yang terletak lapisan dermal untuk merangsang sintesis kolagen serta asam hialuronat,” beber Chief Marketing Officer PT AHEB, Ricky Suhendar di Jakarta (18/8/2022).

Namun, kemampuan tubuh manusia memproduksi kolagen menurun dratis seiring usia dan beberapa faktor eksternal dari gaya hidup.

Antara lain merokok, kurang tidur, kurang gizi, dan paparan sinar matahari. Berkurangnya kuantitas dan kualitas elastin dan kolagen pada daerah dermis membuat kekenyalan kulit menurun.

Sehingga tampak kosong atau longsor, kerutan bertambah, hilangnya elastisitas, dan perubahan warna kulit.

Dokter Yohan Samudra SpGK AIFO-K mengungkapkan, banyak penelitian yang membuktikan asupan minuman kolagen dapat membantu meningkatkan jumlah kolagen pada tubuh.

Pada penggunaan 2,5 gram kolagen peptide setiap hari selama 60 – 90 hari dapat membantu memperbaiki hidrasi dan elastisitas dan mengurangi kerutan, meningkatkan bioaktifitas fibroblast dan sintesis kolagen, melindungi fungsi sel dari efek berbahaya UVA, serta menyehatkan saluran pencernaan.

“Hingga dapat memperbaiki kondisi sarcopenia, radang sendi, penyembuhan luka, dan menambah imun tubuh,” terang dr Yohan Samudra.

Studi tahun 2019 dari 11 penelitian dengan total 805 pasien menggunakan kolagen hidrolisat, 2,5-10 gram per hari selama 8-24 minggu.

Ini  untuk pengobatan ulkus dekubitus, xerosis, penuaan kulit, dan selulit. Dua penelitian lain menggunakan kolagen tripeptida, 3 gram per hari selama 4 hingga 12 minggu.


BACA JUGA:


Suplemen kolagen oral tampak berefek dalam penyembuhan luka juga penuaan kulit dengan meningkatkan elastisitas kulit, hidrasi dan kepadatan kolagen kulit.

Studi meta-analisis tahun 2021 dengan total 1.125 peserta berusia antara 20 dan 70 tahun (95 persen wanita) menunjukkan suplementasi kolagen terhidrolisis meningkatkan hidrasi kulit, elastisitas, dan mengurangi kerutan selama konsumsi 90 hari.

“Setiap minuman kolagen harus disertai kandungan vitamin C guna membantu penyerapan kolagen yang lebih cepat pada kulit,” saran dr Yohan.

Ricky menambahkan, proses penuaan tidak bisa dihindari. Namun bisa diperlambat prosesnya dengan gaya hidup yang tepat.

“Semua wanita Indonesia bisa merasakan manfaat NutriVille setiap hari untuk jaga penampilan kulit,” ujarnya.

(aza)