Headline

Pantau Sapi dan Kambing, Ditemukan Penyakit Enteritis dan Pink Eye

392
×

Pantau Sapi dan Kambing, Ditemukan Penyakit Enteritis dan Pink Eye

Sebarkan artikel ini
SIAP-SIAP: Kesejahteraan hewan yang akan dikurbankan perlu diperhatikan dengan memberi asupan makanan yang mencukupi. (humas kota yogyakarta)

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com –  Ditemukan dua kambing terkena penyakit enteritis, empat ekor menderita pink eye atau mata merah.

Temuan tersebut disampaikan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta usai melakukan pemantauan hewan kurban di sejumlah penjualan hewan qurban (12/6/2023).

Pink eye merupakan penyakit mata akut yang menular pada sapi, domba maupun kambing.

Penyakit ini ditandai kemerahan dan peradangan pada daerah conjunctiva mata dan kekeruhan  pada kornea mata.

“Tapi, penyakit  ini tidak berbahaya bagi hewan kurban,” terang Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Sri Panggarti.

BERITA LAIN: Meningkat, Pendaftar Jalur Afirmasi Disabilitas di ULD Kota Yogyakarta

Solusinya, segera diberikan pengobatan topikal melalui mukosa mata. Panggarti mengatakan,  kasus enteritis merupakan gangguan kesehatan pencernaan yang sering terjadi.

Dapat mempengaruhi produktivitas sapi. Enteritis adalah gangguan kesehatan pada sistem pencernaan yang ditandai terjadinya peradangan pada mukosa usus yang menimbulkan gangguan fungsi usus.

Penyakit enteritis atau diare dengan gejala diare sering terjadi pada anak sapi.

Itulah sebabnya, kesejahteraan hewan yang akan dikurbankan perlu diperhatikan dengan memberi asupan makanan yang mencukupi.

Para pedagang  juga diharapkan memperhatikan kebersihan lingkungan.

BERITA LAIN: 49 Perguruan Tinggi Muhammadiyah Bertemu di Kampus UAD, Jalin Kerjasama dengan Kyungdong University

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta  menjadwalkan pemantauan antemortem dan post mortem dilaksanakan 27 Juni hingga 1 Juli 2023.

Permintaan hewan ternak di Kota Yogyakarta semakin meningkat. Namun, ketersediaan stok sapi dan kambing di peternak di Kota Yogyakarta sangat terbatas.

Kebutuhan sapi tahun lalu sebanyak 2.200 ekor. Tetapi di Kota Yogyakarta hanya ada 100 ekor.

Sedangkan kambing  yang dibutuhkan 3.500 ekor, namun hanya tersedia 500 ekor.

Warga diimbau tidak mencuci isi perut (jeroan) hewan kurban di sungai. Sebab, air sungai mengandung ecoli yang bisa mengakibatkan sakit perut. (*)