Beranda » Headline » Pantau Sapi dan Kambing, Ditemukan Penyakit Enteritis dan Pink Eye

Pantau Sapi dan Kambing, Ditemukan Penyakit Enteritis dan Pink Eye

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com –  Ditemukan dua kambing terkena penyakit enteritis, empat ekor menderita pink eye atau mata merah.

Temuan tersebut disampaikan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta usai melakukan pemantauan hewan kurban di sejumlah penjualan hewan qurban (12/6/2023).

Pink eye merupakan penyakit mata akut yang menular pada sapi, domba maupun kambing.

Penyakit ini ditandai kemerahan dan peradangan pada daerah conjunctiva mata dan kekeruhan  pada kornea mata.

“Tapi, penyakit  ini tidak berbahaya bagi hewan kurban,” terang Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Sri Panggarti.

BERITA LAIN: Meningkat, Pendaftar Jalur Afirmasi Disabilitas di ULD Kota Yogyakarta

Solusinya, segera diberikan pengobatan topikal melalui mukosa mata. Panggarti mengatakan,  kasus enteritis merupakan gangguan kesehatan pencernaan yang sering terjadi.

Dapat mempengaruhi produktivitas sapi. Enteritis adalah gangguan kesehatan pada sistem pencernaan yang ditandai terjadinya peradangan pada mukosa usus yang menimbulkan gangguan fungsi usus.

Penyakit enteritis atau diare dengan gejala diare sering terjadi pada anak sapi.

Itulah sebabnya, kesejahteraan hewan yang akan dikurbankan perlu diperhatikan dengan memberi asupan makanan yang mencukupi.

Para pedagang  juga diharapkan memperhatikan kebersihan lingkungan.

BERITA LAIN: 49 Perguruan Tinggi Muhammadiyah Bertemu di Kampus UAD, Jalin Kerjasama dengan Kyungdong University

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta  menjadwalkan pemantauan antemortem dan post mortem dilaksanakan 27 Juni hingga 1 Juli 2023.

Permintaan hewan ternak di Kota Yogyakarta semakin meningkat. Namun, ketersediaan stok sapi dan kambing di peternak di Kota Yogyakarta sangat terbatas.

Kebutuhan sapi tahun lalu sebanyak 2.200 ekor. Tetapi di Kota Yogyakarta hanya ada 100 ekor.

Sedangkan kambing  yang dibutuhkan 3.500 ekor, namun hanya tersedia 500 ekor.

Warga diimbau tidak mencuci isi perut (jeroan) hewan kurban di sungai. Sebab, air sungai mengandung ecoli yang bisa mengakibatkan sakit perut. (*)

Penulis:

Hobinya menulis, mendaki dan jalan-jalan...

KOMENTAR (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

PILIHAN REDAKSI

MLSC Yogyakarta Seri 1 jadi Debut SDN Baturetno, Bertarung hingga Perempat Final

  • 19 September 2026 22:34 WIB

Tim asuhan Yohanes Sidiq Wijaya berhasil  melaju hingga perempat final.

Seniman 3 Negara Angkat Warisan Budaya Bersama ke Panggung Yogyakarta

  • 6 Oktober 2026 19:12 WIB

Pertunjukan lahir dari kolaborasi lintas negara dan mengangkat keterhubungan sejarah serta warisan budaya bersama.

PDGI Ingatkan Bahaya Karies Gigi, Anak-anak jadi Sasaran Edukasi

  • 8 Oktober 2026 21:12 WIB

Kegiatan PDGI  menyasar anak-anak agar bisa melakukan upaya promotif dan preventif.

Mahasiswa UAD Terpilih jadi Google Student Ambassador

  • 8 Oktober 2026 09:27 WIB

Hana mengikuti tantangan dari Gemini dan Google Indonesia, sekaligus membuat konten menarik di media sosial.

12 Atlet Penyandang Disabilitas Intelektual dari DIY Berlaga di PESONAS 2026

  • 9 Oktober 2026 20:27 WIB

Paku Alam X  meminta Special Olympics Indonesia (SOIna) DIY  bisa menjaga kesehatan para atlet.

Fadli Zon Dorong Penelitian dan Dokumentasi sebagai Penjaga Warisan Budaya

  • 15 Oktober 2026 18:52 WIB

Diplomasi budaya adalah kekuatan yang dapat menjembatani hubungan Indonesia dengan negara-negara Pasifik.

SPPG se-DIY Diberi Edukasi soal Gizi, Budi Waljiman: Perkuat Fungsi Pelayanan Publik

  • 29 Agustus 2026 13:57 WIB

Keberhasilan program MBG dapat dilihat dari perubahan pengetahuan, sikap, dan kebiasaan penerima manfaat  memilih dan mengonsumsi makanan.

Pawai Ekosistem Malioboro Bikin Kesengsem Wisatawan

  • 7 Oktober 2026 05:50 WIB

Pawai Budaya Nuswantoro yang berlangsung selama dua jam lebih ini menjadi daya tarik wisatawan domestik dan turis.