Headline

Angelina Sondakh jadi Narasumber di Rakernas Aisyiyah, Singgung Pembinaan di Lapas

585
×

Angelina Sondakh jadi Narasumber di Rakernas Aisyiyah, Singgung Pembinaan di Lapas

Sebarkan artikel ini
ANGIE: Para mubalighah ‘Aisyiyah harus memiliki kapasitas memahami mental para warga lapas. (leli)

ZonaJogja.Com – Mengemas dakwah di lembaga pemasyarakatan menjadi bahasan Rapat Kerja Nasional Majelis Tabligh dan Ketarjihan PP Aisyiyah di Surakarta, 18 Agustus 2023.

Narasumber yang dihadirkan  adalah Angelina Patricia Pinkan Sondakh, eks anggota DPR RI yang menjadi warga Lapas Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Wanita yang disapa Angie ini dinyatakan bebas pada 3 Maret 2022.

BERITA LAIN: Launching Sport Center, UMBY Gelar Wayang Kulit, Hadirkan Dalang Ki Catur Benyek Kuncoro

Angie hadir pada hari kedua Rakernas yang mengusung tema Penguatan Kepemimpinan untuk Perluasan Dakwah Berkemajuan Menuju Peradaban Bangsa.

Angie mengenakan busana putih mutiara  dan celana panjang warna coklat. Sementara kerudung warna coklat muda.

Di depan peserta rakernas, Angie mengungkapkan harapan agar penjara bisa sebagai tempat berubah bagi narapidana.

“Bagaimana menjadi lebih baik setelah keluar dari lapas,” kata perempuan yang berpisah dengan suaminya, Adjie Massaid, karena meninggal dunia.

BERITA LAIN: Wow ! Perempuan Dominasi Lulusan UGM, Angkanya 54 Persen

Kata Angie, berbuat baik tida di penjara tidak hanya untuk mendapatkan remisi.

Tetapi, memang menunjukkan perbuatan baik dari hati yang paling dalam.

Itulah sebabnya, Angie yang pernah menjadi politisi Partai Demokrat ini mengatakan pentingnya berdakwah bagi para penghuni lembaga pemasyarakatan.

“Tidak hanya sekadar berdakwah. Tetapi memahami betul apa yang dirasakan para narapidana. Sehingga kehadiran mubalighot betul-betul dapat dirasakan,” ujar Angie.

Sementara mubalighot juga ikut berempati terhadap kondisi warga binaan lapas.

Kesanggupan menyelami nurani para narapidana menjadi kunci keberhasilan dakwah.

BERITA LAIN: Observasi di Gunungkidul, Mahasiswa UMBY Temui Banyak Orang Tua Mengeluh

Para mubalighah ‘Aisyiyah harus memiliki kapasitas memahami mental para warga lapas.

Outputnya adalah perubahan mental menjadi lebih baik lagi. Dan, tidak kembali menjadi penghuni lapas.

Angie juga berharap dakwah komunitas di lapas dapat menurunkan angka kejahatan.

Memberi efek jera kepada para narapidana.

“Ini menjadi tantangan dakwah komunitas bagi ‘Aisyiyah. Karena itu, penting pengembangan strategi dan model pendekatan dalam berdakwah di dalam lapas. (*)