Kronika

PKB Produksi Buku Balada dan Asa, Berkisah Perjalanan Hidup Muhaimin Iskandar

500
×

PKB Produksi Buku Balada dan Asa, Berkisah Perjalanan Hidup Muhaimin Iskandar

Sebarkan artikel ini
BEDAH BUKU: Kiai Aguk Irawan MN (kiri) membeberkan buku karyanya berjudul Balada Cinta dan Asa. (azam/zonajogja.com)

ZonaJogja.Com – Puluhan orang mendatangi  Rumah Perubahan di Jalan Tohpati Gang Sidoluhur, Umbulharjo.

Mereka menghadiri doa kebangsaan dan bedah buku yang dilaksanakan Kamis (19/10/2023) pagi.

Acara yang digagas AB-Ningrat Yogyakarta ini bersamaan pendaftaran Anies Rasyid Baswedan –Muhaimin Iskandar (AMIN) mendaftar di Komisi Pemilihan Umum sebagai capres dan cawapres.

AB  Ningrat adalah organisasi pendukung AMIN yang diketuai Sigit Sugito. Sementara masyarakat yang hadir dari berbagai kalangan.

Ada seniman, budayawan, ilmuwan, tokoh masyarakat, mantan pegawai negeri hingga purnawirawan TNI/Polisi.

Mantan dosen UGM, Drs Mashuri Maschab juga hadir pada acara yang berlangsung hingga pukul 11.00.

BERITA LAIN: Dana Keistimewaan Bikin Warga DIY Makin Berdaya

Buku yang dibedah berjudul “Balada dan Asa”, karya Kiai Aguk Irawan MN.

Buku tebal ini berkisah tentang perjalanan hidup Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

“True story Gus Muhaimin,” ujar Kiai Aguk yang dikenal dekat dengan Cak Imin.

Buku berkisah tentang masa muda Cak Imin.  Cerita kehidupan Cak Imin mulai menjadi siswa  MAN 1 Yogyakarta, kuliah di UGM hingga menjadi seorang politisi.

Juga berkisah tentang perjalanan asmara Cak Imin dengan Rustini Murtadho,  gadis yang kini menjadi isterinya.

BERITA LAIN: Deklarasi Dukung Ganjar-Mahfud, Gerakan Rakyat Yogyakarta Bawa 2 Keris Pusaka

Buku yang diproduksi dengan support anggaran dari  DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga membeberkan secara detil masa lalu hubungan Cak Imin dengan PKB.

Termasuk relasi Cak Imin dengan para kiai di jajaran pengurus Nahdatul Ulama.

Bahkan, buku ini juga mengungkapkan kisah Cak Imin di tengah pergolakan PKB.

Kiai Aguk mengatakan, selain memproduksi buku, rencananya juga akan dibuat film tentang Cak Imin.

Salah satu lokasi yang akan digunakan sebagai pengambilan gambar adalah kampus UGM. (*)