Aktivis Kampus Ingin Relawan Anies dan Ganjar Bersatu, Bergerak Selamatkan Demokrasi

ZonaJogja.Com – Puluhan orang menghadiri diskusi yang digagas Aliansi Rakyat Jogja Bersatu (ARJB).
Diselenggarakan di nDalem Soerjogoeritnan Jalan Siliran Lor 28 Panembahan, Yogyakarta (17/3/2024).
Selain dihadiri aktivis Prodem Jogja, juga datang sejumlah relawan pasangan calon presiden nomor 3 dan paslon nomor 1.
Diskusi mengusung tema Agenda Kritis Pasca Pemilu 2024, Ke Mana Demokrasi Kita?
“Ada tiga narasumber yang kami hadirkan,” kata moderator, Yoyock Suryo.
BERITA LAIN: INNSiDE Yogyakarta Gelar Lomba Fashion Show Busana Muslim, Siapa Juaranya?
Yakni, Ir KPH Adipati Bagas Pujilaksono W MT Lic Eng PhD, Teguh L TT (ketua Cabang GMKI Yogyakarta), dan Arahmayani (aktivis 98).
Bagas yang menjadi pemantik diskusi, mengungkapkan keprihatinan terhadap pelaksanaan pemilu 2024.
“Pemilu paling brutal dalam sejarah Indonesia,” kata Bagas.
Perjalanan demokrasi dari hulu sampai hilir sudah rusak. Bagas menilai pemilu kali ini dilakukukan dengan pendekatan kekuasaan.
Melakukan cara-cara tak demokratis untuk memenangkan paslon.
BERITA LAIN: Dukung OJK, ACC Gelar Literasi Keuangan Syariah

FORUM NGENTENI BUKOPOSO: Puluhan orang menghadiri diskusi yang digagas Aliansi Rakyat Jogja Bersatu (ARJB) di nDalem Soerjogoeritnan Jalan Siliran Lor 28 Panembahan, Yogyakarta. (azam/zonajogja.com)
Dimulai dengan gonjang ganjing di Mahkamah Konstitusi. Dilanjutkan keputusan MK langsung dieksekusi KPU tanpa didahuli mengubah undang undang.
Ditambah kemunculan survei untuk membangun opini. Bukan survei yang dilakukan secara terbuka dan jujur.
Padahal, survei tidak boleh beropini. Akhirnya, manuver politik yang dilakukan justru mendzalimi demokrasi.
Bagas menyebut banyak sekali yang dikorbankan.
“Padahal, demokrasi bukan sekadar mencoblos pilihan. Dari hulu sampai hilir harus demokratis,” kata Bagas yang mengaku sebagai pendukung kritis Jokowi pada Pemilu 2014.
Ketua Cabang GMKI Yogyakarta, Teguh LT mendukung rencana digulirkan hak angket di parlemen.
BERITA LAIN: Kurangi Produksi Gas Karbon, Bank Danamon Bantu Mesin Pencacah Sampah Organik
“Karena hak angket adalah edukasi politik bagi mahasiswa dan generasi muda. Ini bisa menjadi catatan sejarah yang bagus,” ujarnya.
Mahasiswa harus bersama-sama menyelamatkan demokrasi. Namun, Teguh melihat perjuangan mahasiswa sekarang tidak sekuat gerakan tahun 1998.
Aksi mahasiswa yang berhasil menumbangkan kekuasaan orde baru. Itulah sebabnya, Teguh mengajak mahasiswa se-Indonesia terus mengkritisi perilaku politik yang merusak demokrasi.
Teguh juga mengajak relawan paslon 1 dan 3 bisa bersatu menyelamatkan demokrasi di Indonesia.
Sementara aktivis 1998, Arahmayani prihatin menyaksikan situasi perpolitikan sekarang.
“Kondisinya sangat mengkhawatirkan. Mengerikan. Bisa ke sistem zaman orde baru,” kata Yani yang mengakup pernah dipenjara pada kekuasaan orde baru. (*)
KOMENTAR (0)
PILIHAN REDAKSI
MLSC 1 Yogyakarta Lahirkan Juara Baru, Bukti Ekosistem Kompetisi Makin Terbentuk
- 21 September 2026 08:03 WIB
Hadirnya juara baru diapresiasi Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Welly Arisanto.
Bikin Foto Tahun 80an di Sosmed, Ini Caranya
- 10 September 2026 06:27 WIB
Setelah foto diunggah, tunggu proses. Tak sampai 1 menit, foto yang diunggah akan tampil ala tahun 80an.
Ajak Masyarakat Gemar Membaca, DPAD DIY dan DPRD DIY Bedah Buku tentang Memaknai Hidup
- 23 September 2026 09:07 WIB
Buku merupakan hasil belajar bersama dari dinamika jatuh bangun membangun keluarga.
Dakwah Wisata, Suara Muhammadiyah Buka Toko Oleh Oleh 1915
- 11 Agustus 2026 13:07 WIB
Toko Oleh Oleh 1915 merupakan yang pertama dimiliki Muhammadiyah.
RKB Gelar Festival Puisi, Disiapkan Total Hadiah Rp 22 Juta
- 18 Agustus 2026 11:10 WIB
Diharapkan unsur-unsur teaterikal dan stage performance dapat digali lebih jauh para peserta dalam memanggungkan puisi, memperkuat pesan kandungan melalui medium yang lebih luas.
Gandeng SMA Muhi, Lazismu Kota Yogyakarta Serahkan Beasiswa kepada 26 Pelajar
- 12 September 2026 11:02 WIB
Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani berharap penerima beasiswa menjadi orang hebat di masa mendatang.
360 Pegawai Negeri di DIY Terima Tanda Kehormatan
- 7 September 2026 16:46 WIB
Institusi yang kuat bukan hanya memiliki pegawai yang cakap, tetapi juga memiliki mata rantai keteladanan yang tidak terputus.
Gedung Oval, Bahari dan Planetarium jadi Favorit Wisatawan
- 20 Agustus 2026 05:49 WIB
Taman Pintar akan menyediakan layanan shuttle untuk mengantarkan wisatawan kembali ke lokasi parkir.

Saat ini belum ada komentar