Kronika

Ribuan Orang Saksikan Jogja Takbir Festival, Rawat Dunia dengan Syiar dan Budaya

265
×

Ribuan Orang Saksikan Jogja Takbir Festival, Rawat Dunia dengan Syiar dan Budaya

Sebarkan artikel ini
JOGJA TAKBIR FESTIVAL: Festival ini menjadi ruang pertemuan nilai-nilai keislaman dan kearifan budaya lokal Yogyakarta. (amm kota yogyakarta)

Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Ribuan orang menyaksikan Jogja Takbir Festival (JTFest) 1446 H yang digelar  8 Juni lalu.

Acara yang diselenggarakan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Yogyakarta ini mengusung tema “Hamemayu Hayuning Bawana: Merawat Dunia dengan Syiar dan Budaya”.

Tema tersebut merupakan penegasan Islam dan budaya tidak  berseberangan, melainkan saling menguatkan dan melengkapi.

Kesenian tradisional bukan hanya tontonan, tetapi juga  sarana menyampaikan pesan, menjaga warisan, dan menyebarkan nilai Islam yang ramah.

Festival ini menjadi ruang pertemuan  nilai-nilai keislaman dan kearifan budaya lokal Yogyakarta.

BERITA LAIN: Kopeng, Tempat Menyenangkan di Lereng Gunung Merbabu

Masyarakat berdiri di sepanjang jalan menyaksikan arak-arakan yang  bergerak dari Kampus 1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menuju Balaikota Timoho Yogyakarta.

Jogja Takbir Festival yang diikuti 13 kafilah ini dibuka penampilan atraktif  Tapak Suci UAD.

Dilanjutkan penampilan penyandang difabel netra bersuara merdu yang bernyanyi di panggung.

Setelah ditandai pemukulan gong oleh para tamu undangan, peserta festival berjalan menuju Balaikota Timoho yang berjarak sekitar 800 meter.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Aris Madani memberi apresiasi kepada AMM yang sukses menyelenggarakan  Jogja Takbir Festival.

BERITA LAIN: Dua Kabupaten di DIY jadi Sasaran Mandiri Sahabat Desa, 200 Keluarga Risiko Stunting Dirangkul

“Selamat dan sukses. Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi yang sangat penting bagi generasi muda Islam,” kata Aris.

Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan yang menyaksikan acara ini menegaskan gema takbir bukan hanya ritual seremonial.

Gema takbir bukan hanya wujud ketakwaan individual. Tapi  pesan damai dan semangat persaudaraan kepada seluruh masyarakat.

Jogja Takbir Festival dapat mempererat kohesi sosial masyarakat Yogyakarta yang majemuk,  serta mensyiarkan nilai keberagamaan yang damai, humanis, dan menyejukkan.

“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua. Masyarakat Yogyakarta semakin tenteram, guyub, dan rukun,” kata Wawan. (*)