Headline

Waspadai Tikus ! 5 dari 18 Pasien Leptospirosis di Kota Yogyakarta Meninggal Dunia

399
×

Waspadai Tikus ! 5 dari 18 Pasien Leptospirosis di Kota Yogyakarta Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
JAGA LINGKUNGAN: Penyakit leptospirosis berasal dari kencing tikus yang terinfeksi bakteri leptospira. Sedangkan hantavirus ditularkan melalui kontak dengan kotoran, urin, air liur tikus yang terinfeksi, inhalasi partikel aerosol dari ekskresi tikus. (ilustrasi/meta ai)

Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengeluarkan Surat Edaran (SE) Kewaspadaan Leptospirosis dan Hantavirus.

Keluarnya surat edaran menindaklanjuti  surat dari Gubernur DIY terkait kewaspadaan Kejadian Luar Biasa Leptospirosis dan Hantavirus.

“Kami sudah membuat surat edaran untuk kewaspadaan Leptospirosis. Saat ini on proses penandatanganan,” terang Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan, Lana Unwanah (30/6/2025)

Penyakit  leptospirosis berasal dari  kencing tikus yang terinfeksi bakteri leptospira.

Sedangkan hantavirus adalah virus yang mengakibatkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

BERITA LAIN: Disurvei LPS, Responden Bilang 3 Bulan Mendatang Waktu Tepat Menabung

Virus  ditularkan melalui kontak dengan kotoran, urin, air liur tikus yang terinfeksi, inhalasi partikel aerosol dari ekskresi tikus.

Hantavirus dapat mengakibatkan gangguan pernafasan akut dan gangguan ginjal yang berpotensi fatal.

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat 18 kasus leptospirosis sejak Januari hingga akhir Juni 2025.

Dari jumlah itu, 5 penderita tidak dapat diselamatkan. Sedangkan temuan warga menderita hantavirus sebanyak 1 kasus.

Warga terkena lepstospirosis yang meninggal dunia karena terlambat mengakses layanan kesehatan.

“Memang saat awal terinfeksi gejalanya tidak terlalu spesifik. Mirip  gejala infeksi bakteri atau virus lain, sehingga  masyarakat terlambat mengakses layanan kesehatan,” kata Lana.

Kenali Tanda-Tanda Terinfeksi

Gejala-gejala tubuh yang terinfeksi leptospirosis berupa demam, nyeri kepala, nyeri otot, khususnya di daerah betis, paha, mata kuning, merah dan iritasi serta diare.

Sedangkan gejala awal Hantavirus antara lain demam tinggi mencapai 39 derajat celsius, terkadang disertai  bintik perdarahan pada wajah, sakit kepala, nyeri pada bola mata, rasa lelah, nyeri otot, sesak nafas dan detak jantung cepat.

“Jika mengalami gejala-gejala tersebut kami harap masyarakat segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama,” pinta Lana.

Dinkes meminta puskesmas dan rumah sakit  meningkatkan kemampuan petugas kesehatan melakukan deteksi dini dan respon terhadap leptospirosis dan hantavirus dengan mengoptimalkan fasilitas penunjang.

Misalnya Rapid Diagnostic Test (RDT). Sedangkan dinas terkait  diminta terlibat dalam mencegah dan mengendalikan leptospirosis dan hantavirus.

BERITA LAIN: MPKS PP Muhammadiyah Gelar Rakernas, Bahas Pergeseran Pola Asuh Anak Yatim dan Anak Terlantar

Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menyimpan makanan dan minuman dengan dengan baik agar aman dari jangkauan tikus.

Membersihkan dan memberantas tikus di rumah, mencuci tangan dan kaki setelah beraktivitas di tempat berair, menggunakan alas kaki saat beraktivitas di air, mengelola limbah rumah tangga dengan benar, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. (*)