Nasional

Jaga Nasabah, LPS Perkuat Ketahanan Siber

204
×

Jaga Nasabah, LPS Perkuat Ketahanan Siber

Sebarkan artikel ini
ANCAMAN: Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir, risiko siber menjadi ancaman yang semakin kompleks dan nyata bagi organisasi seluruh dunia. (Humas LPS)

Jakarta, ZonaJogja.Com –  Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat ketahanan siber untuk menjaga keamanan dan kenyamanan nasabah.

LPS terus memastikan  seluruh sistem dan informasi yang dimiliki dapat terproteksi dari berbagai potensi serangan yang dapat mengganggu kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir, risiko siber menjadi ancaman yang semakin kompleks dan nyata bagi organisasi seluruh dunia.

Isu keamanan siber  tidak lagi hanya menjadi isu teknis. Tetapi juga menjadi bagian risiko strategis yang dapat mempengaruhi kelangsungan operasional, dan reputasi.

“Bahkan  mempengaruhi stabilitas ekonomi baik secara nasional maupun secara global,” kata Purbaya di Jakarta (4/6/2025).

BERITA LAIN: Mau Cari Kerja? Datang Saja di Job Fair 2025 di Gedung Pamungkas, Siapa Tau Nyantol

Purbaya lantas memaparkan data Indeks Menabung Konsumen (IMK) yang mengukur niat dan kemampuan masyarakat menabung.

Pada bulan Juni 2025, IMK mencatatkan penguatan sebesar 4,8 poin ke level 83,8. Komponen Indeks Waktu Menabung (IWM) naik ke 95,3,  Indeks Intensitas Menabung (IIM)  meningkat ke 72,4.

Kenaikan ini mencerminkan perbaikan niat dan optimisme konsumen  menabung yang  didorong berbagai stimulus ekonomi, seperti subsidi, bansos, dan diskon transportasi.

Sedangkan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada bulan Juni 2025 tercatat pada level 99,4, turun 0,3 poin dari bulan sebelumnya.

BERITA LAIN: Kirab Suran Mbah Demang, Jalan Godean Km 5 Nanti Malam Ditutup

Perkembangan ini menunjukkan optimisme konsumen yang stabil sejalan  membaiknya penilaian terhadap kondisi ekonomi lokal dan lapangan kerja.

“Dengan adanya dua indeks ini, LPS  memiliki alat yang bisa digunakan untuk memantau perilaku konsumen yang berfungsi untuk mendeteksi potensi risiko atas stabilitas sistem keuangan dari sisi konsumen,” ujar Purbaya.

Melalui informasi tersebut, LPS dapat menyusun respons yang lebih baik untuk memastikan langkah mitigasi yang optimal dalam melaksanakan fungsi menjamin simpanan nasabah dan melaksanakan resolusi bank. (*)