Wisata

Pasar Minggu di Taman Budaya Embung Giwangan, Bisa jadi Pilihan Kulineran Pagi

×

Pasar Minggu di Taman Budaya Embung Giwangan, Bisa jadi Pilihan Kulineran Pagi

Sebarkan artikel ini
KULINER TRADISIONAL: Masyarakat menyerbu stand yang menjual es dawet di arena Pasar Minggu. (azam/zonajogja.com)

Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Ada  yang baru di  Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG) Umbulharjo.

Mulai 27 Juli hingga selamanya  hadir Pasar Minggu. Pasar yang berlokasi di sisi utara komplek TBEG ini diresmikan Walikota Hasto Wardoyo, disaksikan Wawali Wawan Hermawan.

Acara peresmian berlangsung meriah. Masyarakat yang sedang berolahraga disuguhi pertunjukan tari, karawitan dan pentas musik di sisi timur kolam.

Walikota Hasto Wardoyo berharap Pasar Minggu bisa mendongkrak perekonomian di Kota Yogyakarta bagian selatan.

Pasar Minggu di Taman Budaya Embung Giwangan bermanfaat bagi pelaku UMKM.

BERITA LAIN: Pengunjung Kodim Jogja Fest Seri ke-3 Mbludag, Jalan AM Sangaji Padat

HADIAH: Walikota Hasto Wardoyo dan Wawali Wawan Harmawan foto bersama pengunjung yang mendapatkan dooprize sepeda. (Diskominfosan Kota Yogyakarta)

“Semoga Pasar Minggu menjadi kegitan ekonomi yang  bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Walikota.

Hanya, Pasar Minggu sementara  dibuka setiap Minggu pukul 06.00  hingga 11.00.

Meskipun demikian, Hasto telah memberi sinyal Pasar Minggu tidak hanya buka saat Minggu. Tapi, juga hari Sabtu.

Dengan catatan, Hasto meminta Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta terlebih dulu mendata pendapatan para pedagang, sekaligus omzet penjualan.

Juga meminta Dinas Kebudayaan melakukan evaluasi pelaksanaan setiap minggu.

BERITA LAIN: Berdiri Sejak 1989, EIGER jadi Teman Setia Kegiatan Oudoor di Indonesia

MERIAH: Acara peresmian berlangsung meriah. Masyarakat yang sedang berolahraga disuguhi pertunjukan tari, karawitan dan pentas musik di sisi timur kolam. (azam/zonajogja.com)

“Jika memang diperlukan, waktu buka Pasar Minggu bisa diperpanjang. Tidak hanya buka pada hari Minggu. Tapi juga Sabtu,” kata Hasto.

Pemkot Yogyakarta mendesain Pasar Minggu menjadi  ruang publik di TBEG  yang menggabungkan kebersamaan,  interaksi, ekonomi dan hiburan.

Masyarakat yang berolahraga atau acara santai bersama keluarga di Taman Budaya Embung Giwangan, dapat menikmati berbagai kuliner  yang dijajakan para pelaku usaha mikro kecil menengah.

Seperti pecel, soto, dawet, bubur krecek, minuman jamu tradisional, telur asin dan makanan ringan yang sehat.

Tak hanya kuliner. Para pengunjung juga disuguhi produk  kerajinan, fashion dan barang-barang lain buatan UMKM.

BERITA LAIN: Batasi Pramuka Ikut Kegiatan Internasional, Kwarnas Dinilai Lakukan Blunder

PASAR MINGGU: Menjadi daya tarik masyarakat yang melakukan kegiatan olahraga atau sekadar jalan-jalan di Taman Budaya Embung Giwangan. (azam/zonajogja.com)

Setidaknya 45 pelaku UMKM mengisi stand pada acara pembukaan Pasar Minggu.

Seorang pengunjung berharap Pemkot Yogyakarta tak hanya membuka Pasar Minggu.  Tapi, juga perlu membuat even setiap Sabtu atau Minggu pagi.

Acara menjadi daya  tarik masyarakat mengunjungi Taman Budaya Embung Giwangan.

“Kalau ada pengunjung, ada potensi orang  belanja. Kasihan kalau para pelaku UMKM berjualan setiap minggu, tapi tidak ada yang membeli,” kata Yani. (*)