Multiplier Effect Program MBG, dari Urusan Piring ke Perekonomian | oleh” Dhian Novitasari

PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) dicetuskan pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini didesain untuk meningkatkan gizi dan kesehatan para pelajar, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat, cerdas, dan berprestasi.
Pada praktiknya, program MBG bukan sekadar menyediakan makanan sehat bagi anak sekolah. Tetapi berperan besar menggerakkan roda perekonomian melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMK).
Nawaitunya, dari satu piring makanan bergizi, lahir harapan baru bagi kualitas pendidikan, kesehatan, hingga penguatan sektor ekonomi masyarakat.
Kota Yogyakarta dengan identitasnya sebagai kota pelajar sekaligus pusat UMKM kreatif, menjadi contoh menarik untuk melihat program ini memberi multiplier effect yang nyata.
Dari aspek pendidikan, MBG membantu anak-anak memperoleh asupan gizi seimbang yang menunjang konsentrasi belajar dan prestasi akademik.
Pola konsumsi sehat yang dikenalkan sejak dini juga membentuk kebiasaan baik dalam jangka panjang, karena kualitas generasi muda akan menentukan daya saing kota ini di masa depan. Apalagi Kota Yogyakarta menjadi tujuan utama ribuan pelajar dari berbagai daerah.
Menghidupi Banyak Keluarga di Daerah
Tidak berhenti di sekolah, peran MBG merambah ke dunia ekonomi lokal. Program ini membutuhkan pasokan bahan pangan berkualitas dalam jumlah besar dan berkelanjutan.
Dengan melibatkan petani, nelayan, peternak, hingga UMKM pengolahan pangan di sekitar Yogyakarta, tercipta pasar baru yang stabil.
Petani sayuran di Sleman, produsen tempe di Bantul, atau penyedia olahan ikan di Gunungkidul berpotensi menjadi bagian dari rantai pasokan untuk MBG.
Artinya, setiap piring makanan bergizi yang disajikan di sekolah juga menghidupi banyak keluarga di daerah.
Program MBG juga mendorong tumbuhnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, sekolah, penyedia logistik, hingga komunitas masyarakat dapat saling bahu membahu agar program berjalan efektif.
Dengan mekanisme distribusi yang melibatkan aktor lokal, tercipta ekosistem yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Bahkan, program ini dapat menjadi pemicu inovasi dalam rantai pasok pangan, seperti pengembangan sistem distribusi digital, dapur sehat sekolah, hingga pelatihan UMKM dalam pengolahan makanan bergizi.
Jadi Strategi Jangka Panjang
Sekadar diketahui, multiplier effect MBG mencakup tiga aspek utama. Yakni, kesehatan generasi muda yang lebih terjamin, penguatan ekonomi lokal yang berbasis produk daerah, serta terbentuknya solidaritas sosial yang mempererat masyarakat.
Dengan demikian, MBG bukan hanya solusi jangka pendek untuk menekan stunting, melainkan juga strategi jangka panjang untuk menciptakan Kota Yogyakarta yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) direncanakan terus berlanjut hingga akhir tahun 2025 dengan target 82,9 juta penerima.
Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 335 triliun pada tahun 2026 untuk memperluas jangkauan program MBG.
Harapannya, program strategis ini memberi dampak positif bagi sektor ekonomi lokal dalam perputaran pasok bahan baku dan serapan tenaga kerja dapur. (*)
————–

- Anggota Fraksi Partai Gerdindra DPRD Kota Yogyakarta
- Mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi S2 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta
KOMENTAR (0)
PILIHAN REDAKSI
BFGoodrich Tunjukkan Kualitas dan Performa Ban On-Road Buatan Indonesia
- 26 September 2026 07:34 WIB
Expertise dan standar Grup Michelin menjadi bagian dari fondasi kualitas BFGoodrich, termasuk pada produk On-Road yang diproduksi di Indonesia.
Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia, Pecinta Alam Gelar Upacara di Monumen Rudal Merapi
- 18 Agustus 2026 10:55 WIB
Saat terjadi erupsi Gunung Merapi tahun 2010, monumen rudal rusak. Tahun 2017, monumen kembali dibangun di Desa Kinahrejo.
Percasi Kota Yogyakarta Siap Berlaga di Kejurnas Catur 2026, Urusan Akomodasi jadi Kendala
- 1 Oktober 2026 21:34 WIB
Kontingen dari Kota Yogyakarta dapat kuota tujuh orang. Tetapi yang diberangkatkan lewat pengda hanya dua orang. Ini yang perlu dicari jalan keluarnya
Dies Natalis ke-40, UMBY Siapkan Buka Program Magister Manajemen dan Psikologi
- 1 Oktober 2026 20:22 WIB
Rektor UMBY, Agus Slamet mengatakan UMBY sedang menuju ke kampus unggul.
Ubah Persepsi Usang tentang Transmigrasi, Pemda DIY Edukasi Gen Z dengan Ide Kreatif
- 13 Oktober 2026 08:49 WIB
Wamen Transmigrasi RI, drh Viva Yoga Mauladi MSi mengapresiasi gagasan Disnakertrans DIY menggelar Lomba Storytelling Transmigrasi.
Tim Setmilpres ke Kulon Progo, Sambangi Museum Pawukon yang Diinisiasi GKR Bendara
- 11 Oktober 2026 09:58 WIB
Kitab ini disimpan di Museum Pawukon di Sidorejo, Lendah. Museum ini sekaligus menjadi daya tarik pariwisata berbasis kearifan lokal.
Lazismu Kota Yogyakarta Launching “Program Laku” di Umbulharjo, Terpilih 10 UMKM Penerima Manfaat
- 15 Oktober 2026 07:37 WIB
Sebanyak 10 pelaku UMKM terpilih yang menerima intervensi program secara menyeluruh. Jumlah tersebut hasil skrining dari 64 pendaftar.
RKB Gelar Festival Puisi, Disiapkan Total Hadiah Rp 22 Juta
- 18 Agustus 2026 11:10 WIB
Diharapkan unsur-unsur teaterikal dan stage performance dapat digali lebih jauh para peserta dalam memanggungkan puisi, memperkuat pesan kandungan melalui medium yang lebih luas.

Saat ini belum ada komentar