Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Perbaikan Lapangan Karang Kotagede mulai dilakukan setelah ditutup sejak 1 Januari lalu.
Hingga pagi ini, kondisi lapangan terlihat hijau. Semprotan air membuat wajah rumput lapangan tampak segar.
Hanya, kondisi depan gawang dan tengah lapangan masih gersang. Terlihat tanah berwarna hitam kecoklatan, karena area ini tidak ada rumput.
“Lapangan harus diperbaiki. Kondisinya rusak parah. Terutama sekitar gawang dan tengah lapangan,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori kepada ZonaJogja.Com, hari ini (8/1/2026).
Lapangan Karang jadi Idola

Agar kerusakan tidak semakin parah, Pemkot Yogyakarta pun mengumumkan penutupan penggunaan Lapangan Karang hingga 30 Juni mendatang.
Namun, pentupan yang akan berlangsung selama enam bulan tidak mengurangi animo masyarakat melakukan olah raga di kawasan Lapangan Karang.
Sejak pagi hingga sore hari, Lapangan Karang menjadi idola bagi masyarakat untuk olah raga. Ada yang lari-lari, jalan kaki, atau olahraga ringan.
“Tempat ini selalu ramai pada pagi dan sore hari,” kata Budi, pemilik angkringan di barat lapangan.
Budi menyampaikan permohonan maaf bila masyarakat yang selama ini biasa sepak bola di Lapangan Karang, sementara harus pindah ke tempat lain.
Kata Budi, ada lokasi lain yang dapat digunakan.Yakni, Lapangan Mancasan di Wirobrajan, Sidokabul di Umbulharjo, Karangwaru di Jetis, dan Minggiran di Mantrijeron.
Begini Cara Sewa Lapangan
Administrasi penggunaan juga mudah. Cukup melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS).
Caranya, buka JSS melalui perangkat ponsel. Di aplikasi ini ketik “sewa aset” pada kolom pencarian.
Pilih obyek sewa yang diiinginkan. Tentukan tanggal dan jam penggunaan. Lalu, klik “tambah ke keranjang”.
Aplikasi akan menampilkan besaran sewa yang harus dibayar. Pembayaran dilakukan non-tunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). (*)











