Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Cerita masa lalu Herry Zudianto dengan para jurnalis kembali berlanjut.
Sore tadi (15/2/2026), para jurnalis yang dulu ngepos di Pemkot Yogyakarta diundang Herry Zudianto di Restoran Tojoyo Malioboro.
Herry yang menjadi walikota Yogyakarta tahun 2001-2006 dan 2006-2011 ini mengajak wartawan makan sore.
Tapi, tidak semua yang diundang datang karena masih ada kesibukan. Maklum, tidak semua yang pernah meliput acara-acara Herry Zudianto, masih menekuni jurnalistik.
Ada yang bantir stir membuka usaha, menjadi pelaku entrepreneur dan pekerjaan lain di luar pers.
Pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam lebih itu akhirnya menjadi ajang kangen-kangenan. Masing-masing bercerita tentang kenangan selama membuat berita di lingkungan Pemkot Yogyakarta.
Walikota yang Mengerti Keinginan Masyarakat

Semua cerita mengungkap kembali kesuksesan Herry Zudianto menjadi pemimpin Kota Yogyakarta selama 10 tahun.
“Walikota yang mengerti keinginan masyarakat Yogyakarta. Beliau “pelayan” yang baik,” ujar Benny, reporter dari Radio Sonora.
Satu per satu menyebutkan kepiawaian Herry Zudianto membangun Kota Yogyakarta selama dua periode kepemimpinan.
Antara lain bersama Syukri Fadholi (waktu itu wawali, red) sukses memindahkan pedagang kawasan Jalan P Mangkubumi dan Kranggan ke Pasar Klitikan di Wirobrajan tanpa konflik.
Membangun Taman Pintar Yogyakarta, menuntaskan Terminal Giwangan, dan memindahkan pedagang Pasar Ngasem ke Dongkelan Jalan Bantul.
Sedangkan kerja monumental yang diapresiasi warga Kota Yogyakarta adalah penghijauan dan tamanisasi.
Hingga akhirnya, Herry Zudianto mempunyai sebutan “wagiman”. Yakni, singkatan dari walikota gila taman.
Jadi Kenangan Manis

Produk kerja lain yang juga menjadi sejarah kepemimpinan Herry Zudianto adalah Segosegawe, akronim dari sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe.
Belum lagi gagasan Herry Zudianto yang menghilangkan identitas nama sekolah di seragam SMP, SMA dan SMK. Karena waktu itu perkelaihan antarpelajar masih mewarnai dinamika pendidikan di Kota Yogyakarta.
Kini, sudah 15 tahun lebih Herry Zudianto tak lagi berkantor di Balaikota Timoho.
Namun, sederet keberhasilan program, juga cara berelasi dengan insan jurnalis telah menjadi kenangan manis yang tak akan terlupakan.
Di akhir pertemuan, para jurnalis mendoakan Herry Zudianto tetap sehat. Tetap menjadi sosok yang memberi inspirasi positif bagi pembangunan. (*)











