Kronika

Deni Asy’ari Pimpin Ketua Fokal IMM DIY, Sekretaris Sobar M Johari

13
×

Deni Asy’ari Pimpin Ketua Fokal IMM DIY, Sekretaris Sobar M Johari

Sebarkan artikel ini
TETAP KRITIS: Pengurus baru Fokal IMM DIY periode 2026-2031). (istimewa)

Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Deni Asy’ari terpilih sebagai ketua Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM ) DIY periode 2026-2031.

Deni dipilih secara aklamasi dalam musyawarah wilayah yang digelar di Burza Hotel Yogyakarta, hari ini (28/6/2026).

Dihadiri  Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr H Irwan Akib MPd; Sekjen PP Fokal IMM, Dr Yusuf Warsyim SAg; Ketua PWM DIY, Dr M Ikhwan Ahada SAg MA, dan anggota DPD dapil DIY selama tiga periode yang juga Ketua Umum Tapak Suci Muhammadiyah, M Afnan Hadikusumo.

Setelah dilakukan pemilihan dari 120 nama, terpilih 13 nama sebagai formatur terpilih.

Mereka adalah Anang Masduki yang mendapatkan 88 Suara, Husni Amriyanto Putra (77),  Sobar M Johari (76), Deni Asy’ari (73), Farid Setiawan (56), M Taufiq AR (54), Hatib Rachmawan (54), Saleh Tjan (48), M Irfan Islami (44), Wajiran (43), Wiyadi Gothank (43), Nur Sigit Nugroho (42) dan Yulianto Neri (39).

Saleh Tjan jadi Ketua PP Fokal IMM?

Nama Saleh Tjan kembali muncul dalam pemilihan formatur, meski sebelumnya telah menyatakan tidak bersedia dipilih karena alasan pentingnya regenerasi.

Rumor yang berkembang mengabarkan Saleh disebut-sebut menjadi kandidat ketua umum PP Fokal IMM. Sekadar diketahui, Saleh saat ini menjadi wakil ketua umum PP Fokal IMM.

Meski Deni mendapatkan suara di peringkat 3, musyawarah menyepakati Deni sebagai ketua.

Rapat formatur menetapkan Sobar M Johari sebagai sekretaris, dan Yulianto Neri sebagai bendahara.

Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr H Irwan Akib MPd mengingatkan tentang trilogi IMM. Yakni, kader umat, kader bangsa, dan kader persyarikatan.

“Saya berharap, trilogi  itu tetap dijaga. IMM harus  memberi kontribusi di ranah kebangsaan, keumatan, maupun di ranah persyarikatan,” pinta Irwan.

IMM juga harus bisa memberi kontribusi nyata kepada persyarikatan Muhammadiyah dalam membangun bangsa dan umat.

“IMM kan salah satu ormas aktor intelektual? Pemikirannya harus jernih saat memberi masukan kepada persyarikatan.

Ketua PWM DIY, Dr M Ikhwan Ahada SAg MA berharap Fokal IMM DIY bisa menjadi kekuatan bayangan Muhammadiyah dalam perspektif kekaderan.

Minta Fokal IMM Tetap Kritis

Fokal IMM DIY dengan kepengurusan baru bisa berkontribusi terhadap dakwah Muhammadiyah di Yogyakarta menjadi semakin segar, dan radius dakwah semakin luas.

“Tentu sumbangan intelektual, ide, untuk kenegaraan dan juga kebangsaan menjadi lebih variatif,” kata Ikhwan.

Ikhwan juga meminta Fokal IMM DIY  tetap kritis menyikapi situasi kondisi negara maupun persyarikatan.

Pasalnya, Fokal IMM menjadi kekuatan untuk mengawal agar  bangsa dan persyarikatan berada dalam roadmap yang tepat.

Sementara Saleh Tjan berharap pengurus baru dapat mengelola potensi diaspora alumni IMM secara cerdas.

Dapat menjaga integritas penyelenggara negara dari konflik kepentingan, serta merawat teguhnya jejaring persyarikatan. (*)