Sleman, ZonaJogja.Com – Ratusan personil berseragam Jaga Warga se-Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, dikumpulkan di Gedung Serbaguna Padukuhan Sedan, Kamis (18/6/2024) malam.
Di gedung megah ini, mereka menghadiri acara pengukuhan pengurus Omah Jaga Warga Kalurahan dan Jaga Warga Padukuhan.
Anggota Jaga Warga yang dikukuhkan berjumlah 400 orang dari 16 padukuhan di Rejodani, Ngetiran, Wonorejo, dan Nandan.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya sendiri yang mengukuhkan kepengurusan Jaga Warga, disaksikan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan tokoh masyarakat.
Bupati Harda Kiswaya menyampaikan terimakasih kepada warga Sariharjo yang telah bergabung menjadi anggota Jaga Warga.
“Terimakasih. Insyallah ketulusan dan keikhlasan bapak ibu semua menjadi anggota Jaga Warga akan melahirkan kebaikan bagi masyarakat,” kata Bupati.
Cegah Potensi Masalah

Bupati berharap Jaga Warga bisa membantu menjaga keamanan, ketenteraman dan ketertiban. Mencegah potensi gangguan keamanan, serta menyelesaikan konflik sosial di lingkungan terkecil.
Anggota Jaga Warga bisa menjadi motivator untuk meningkatkan partisipasi warga dalam pembangunan.
Lurah Sariharjo, H Samirin SSos mengatakan pemdes telah mengalokasikan anggaran untuk memacu semangat Jaga Warga.
Hanya, Samirin tidak menyebutkan nominal alokasi anggaran. Ia hanya berharap, kebijakan tersebut bisa mendorong para Jawa Warga berkontribusi bagi ketenteraman masyarakat.
“Misalnya ada persoalan, cukup selesai dan dimediasi teman-teman Jaga Warga. Tidak perlu naik ke tingkat kapanewon atau kabupaten,” katanya.
Lurah Samirin menegaskan, keberadaan Jaga Warga merupakan keputusan dan inisiasi langsung Gubernur DIY.
Jagabaya Kalurahan Sariharjo, Aris Mawardi mengungkapkan, pengukuhan pengurus merupakan penerapan Pergub DIY Nomor 41 Tahun 2023 tentang Kelompok Jaga Warga dan Omah Jaga Warga, serta diperkuat Surat Keputusan Lurah Sariharjo Nomor 08 Tahun 2026.
Regulasi tersebut menjadi payung hukum bagi masyarakat berperan aktif sebagai penjaga keamanan, mediator konflik, penjaga stabilitas sosial, serta pendukung pembangunan ekonomi.
“Program ini mendorong setiap individu saling mendukung dalam aspek krusial. Mulai kesehatan, kebersihan, hingga penanganan bantuan darurat, demi menciptakan harmonisasi kehidupan sosial yang lebih tangguh dan peduli,” ujar Aris kepada wartawan di sela acara.
Bukan Sekadar Seremoni
Pengukuhan pengurus Jaga Warga bukan sekadar seremoni administratif. Tetapi langkah transformatif dalam mengubah paradigma keamanan lingkungan.
Melalui Jaga Warga, Kalurahan Sariharjo menghadirkan pendekatan partisipatif berbasis kepedulian sosial, musyawarah, dan semangat gotong royong.
Salah satu keunggulan utama aksi Jaga Warga di Sariharjo adalah integrasi teknologi digital. Seluruh aktivitas dan pelaporan difasilitasi melalui portal resmi Kalurahan Sariharjo.
“Sehingga alur informasi menjadi lebih cepat, transparan, dan akurat bagi warga,” tambah Aris. (*)











