Sleman, ZonaJogja.Com – Fasilitas di Masjid Darul Ikrom di Kalurahan Maguwoharjo, Depok, Sleman semakin lengkap.
Masjid yang selalu dipenuhi jamaah ini baru saja mendapatkan bantuan satu unit kendaraan ambulans dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan LAZISMU.
Kendaraan ambulans senilai Rp 317.823.750 berasal dari pemanfaatan Dana Abadi Umat yang dikelola BPKH.
Sekretaris Pengurus LAZISMU Pusat, Gunawan Hidayat MT berharap kendaraan ambulans memperkuat layanan sosial kepada masyarakat.
“Kami berharap ambulans ini digunakan untuk melayani masyarakat,” pinta Gunawan.
Gunawan mengingatkan pentingnya pemanfaatan dan pelaporan penggunaan ambulans agar program dapat terukur dan dipertanggungjawabkan.
Penggunaannya dapat dilaporkan secara berkala sebagai bentuk transparansi kepada BPKH dan LAZISMU.
Gunawan menyampaikan terima kasih kepada BPKH yang memilih LAZISMU sebagai mitra melaksanakan program kemaslahatan.
Harus Dikelola secara Transparan

Pimpinan Badan Pelaksana BPKH RI, Dr Sulistyowati ME WMI CFP mengungkapkan, bantuan yang berasal dari dana amanah jamaah haji itu harus dikelola secara transparan dan bertanggung jawab.
Ke depan, BPKH terus berupaya menyalurkan nilai manfaat dana haji untuk berbagai program kemaslahatan.
Antara lain untuk bantuan kebencanaan, program Idul Adha, aksi kemanusiaan, dan penguatan layanan sosial masyarakat.
“Perlu ada pengaturan jadwal penggunaan, perawatan rutin, dan pelayanan yang maksimal agar masyarakat merasakan manfaat,” katanya.
Ketua Yayasan Masjid Darul Ikrom, Dr M Hamied Wijaya SPSi MM menyampaikan terimakasih kepada BPKH dan LAZISMU.
Kendaraan ambulans jenazah sangat membantu dalam proses pengantaran jenazah ke lokasi pemakaman.
Dukung Aktivitas Sosial
Hamied mengatakan, mobil ambulans tidak hanya diperuntukkan bagi jamaah masjid, melainkan dimanfaatkan masyarakat.
Ia telah koordinasi dengan Dukuh Sambilegi Lor dan Sambilegi Kidul mengenai pemanfaatan mobil ambulans.
“Kami berkomitmen mengelola kendaraan ini dengan baik, termasuk dalam perawatan,” ujar Hamied.
Kepala Dukuh Sambilegi Lor, Agus Triyono, mengatakan kendaraan ambulans jenazah bermanfaat bagi masyarakat.
Tidak hanya untuk layanan pengurusan jenazah, tetapi juga mendukung berbagai aktivitas sosial.
“Kami sudah memiliki tim relawan yang menangani pengurusan jenazah secara swadaya,” katanya.
Ia berharap ada pendampingan dari LAZISMU dan BPKH agar layanan kepada masyarakat dapat semakin optimal. (*)











