Kronika

15 Guru di DIY Terima Zakat Profesi Dokter PKU, Bantuan Rutin Selama Setahun

76
×

15 Guru di DIY Terima Zakat Profesi Dokter PKU, Bantuan Rutin Selama Setahun

Sebarkan artikel ini
PEDULI GURU: Acara penyerahan bantuan kepada para guru di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. (istimewa)

Yogyakarta, ZonaJogja.Com –  Lazismu RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta kembali menyalurkan dana zakat profesi melalui Program Peduli Guru tahun ajaran 2025–2026.

Program ini menyasar 15 guru dari 5 sekolah di DIY dengan bantuan rutin setiap bulan selama satu tahun.

Lazismu RS PKU Muhammadiyah ingin kesejahteraan guru di DIY semakin meningkat, sehingga mampu mendorong kualitas pendidikan yang lebih baik.

Penyaluran dana zakat, sekaligus pembinaan program dilaksanakan di aula RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta (4/3/2026).

Badan Pengurus Lazismu DIY, Da’i Iskandar mengapresiasi inisiatif Lazismu RS PKU Muhammadiyah mendukung kesejahteraan guru.

“Program ini bukan sekadar penyaluran dana. Tetapi bentuk pemberdayaan. Ada pembinaan yang menyertai, sehingga dampaknya lebih berkelanjutan,” kata Iskandar.

Berharap Guru Lebih Tenang

SQUAD LAZISMU: Para penggerak kemanusiaan yang terus memberi atensi kepada para guru. (istimewa)

Periode Syawal 1446 H hingga Rabi’ul Awal 1447 H, Lazismu RS PKU Muhammadiyah  telah menyalurkan dana sebanyak Rp 18 juta.

Sementara periode Rabi’ul Akhir hingga Ramadhan 1447 H, mensyarufkan Rp 22,5 juta.

Pengurus Lazismu RS PKU Muhammadiyah, Akbar, menyampaikan guru-guru penerima manfaat rata-rata memiliki pendapatan sekitar Rp 200 ribu per bulan.

“Kami berharap dukungan zakat profesi dokter dari RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, para guru bisa lebih tenang dan profesional dalam menjalankan tugas mendidik,” kata Akbar.

Selain penyaluran dana, juga dilaksanakan pembinaan psiko-spiritual yang disampaikan Penasehat Lazismu RS PKU Muhammadiyah sekaligus Direktur SDI, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di lingkungan rumah sakit, Ustadz Cahyono SAg.

“Mengajar bukan sekadar pekerjaan, tetapi peradaban. Setiap huruf yang diajarkan, setiap akhlak yang ditanamkan, adalah investasi akhirat,” kata Cahyono. (*)