Kronika

Nabil Haroen Ingin Pagar Nusa dan Tapak Suci Perkuat Sinergi

8
×

Nabil Haroen Ingin Pagar Nusa dan Tapak Suci Perkuat Sinergi

Sebarkan artikel ini

Pengurus PP Tapak Suci Periode 2016-2031 Dilantik, 2 Rektor jadi Pendekar Kehormatan

SELAMAT BERTUGAS: Pelantikan Pengurus Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah periode 2026-2031 di kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. (istimewa)

Bantul, ZonaJogja.Com – Pengurus Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah periode 2026-2031 telah dilantik.

Acara pelantikan bersamaan Rapat Kerja Nasional tanggal 21 Oktober – 1 November 2026 yang dilaksanakan di kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Rakernas mengusung tema “Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia”. Dihadiri Dr Agung Danar MAg dan dr Agus Taufiqurrahman MKes (keduanya pengurus PP Muhammadiyah, red) dan Ketua Harian PB IPSI, Edhy Prabowo.

“Alhamdulillah. Rakernas telah selesai. Pengurus baru juga telah dilantik,” kata Ketua Umum PP Tapak Suci Putera Muhammadiyah, M Afnan Hadikusumo kepada ZonaJogja.Com, malam ini (1/11/2026).

Selain melantik pengurus baru, juga dilakukan pengukuhan pendekar kehormatan.

Ada Prof Dr Harun Joko Prayitno MHum (Rektor UMS), Dr Warsiti SKp MKep SpMat (Rektor Unisa Yogyakarta), dan Ir Sriyanto Saputro MM (anggota DPR RI).

Pagar Nusa dan Tapak Suci Punya Cita Cita Sama 

M NABIL HAROEN: Pagar Nusa dan Tapak Suci memiliki akar tradisi berbeda, tetapi dipertemukan cita-cita yang sama. (istimewa)

Ketua Umum PP Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen menyampaikan selamat kepada pengurus baru PP Tapak Suci.

Melalui pesan whatsapp kepada Afnan, Nabil menyatakan Pagar Nusa dan Tapak Suci memiliki akar tradisi berbeda, tetapi dipertemukan cita-cita yang sama.

Yakni, membentuk manusia yang kuat secara fisik, matang secara spiritual, dan akhak yang luhur.

Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, Pagar Nusa mengenal prinsip al-muhafazhatu ‘alal qadimish shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah. Artinya, menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik.

“Karena itu, saya mengapresiasi tema pelantikan, “Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri dan Mendunia”,” katanya.

Tema tersebut mengandung pesan penting: modernisasi bukan berarti meninggalkan tradisi. Justru tradisi harus menjadi fondasi bagi kemajuan.

Perkuat Sinergi

Organisasi yang besar bukan hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi mampu menjaga nilai dan jati diri di tengah perubahan.

Pencak silat bukan tentang kemampuan mengalahkan lawan, melainkan kemampuan mengendalikan diri.

Pendekar sejati bukan yang paling ditakuti, tetapi yang paling mampu menjaga nilai, martabat, dan kemanusiaan.

“Dalam khazanah pesantren, kita mengenal pesan Rasulullah SAW: laisa asy-syadidu bish-shura‘ah, innama asy-syadidul ladzi yamliku nafsahu ‘indal ghadhab. Orang yang kuat bukanlah yang pandai menjatuhkan lawan, melainkan yang mampu menguasai dirinya ketika marah,” ungkap Nabil.

Ia berharap Pagar Nusa dan Tapak Suci semakin memperkuat sinergi dalam pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, penguatan kelembagaan, maupun pengembangan pencak silat Indonesia menuju panggung dunia.

“Kita boleh berbeda perguruan, berbeda seragam, dan berbeda tradisi. Tetapi saat bicara persaudaraan, kebangsaan, dan masa depan pencak silat Indonesia, kita berdiri di gelanggang yang sama,” kata Nabil.

Afnan pun menyampaikan terimakasih kepada Pagar Nusa yang memberi atensi terhadap Tapak Suci.

“Kami sangat berbahagia berdampingan dengan teman-teman Pagar Nusa,” kata Afnan. (*)