Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Ratusan orang berkerumun di beberapa titik keramaian di Kota Yogyakarta pada pagi tadi (6/2/2026).
Berasal dari aparatur sipil negara di semua organisasi perangkat daerah, polisi, personil TNI dan pegawai badan usaha milik daerah Pemkot Yogyakarta.
Mereka turun jalan sejak 06.00 pagi. Semangatnya hanya satu: menyukseskan program Gerakan Jogja Berhati Nyaman.
Aksi bersih-bersih dipimpin langsung Mantri Pamong Praja di setiap kemantren.
Setelah briefing, peserta Gerakan Jogja Berhati Nyaman Obyek segera beraksi. Fokusnya membersihkan rumput liar di trotoar sesuai penempatan.
Sasarannya Malioboro dan Jalan Utama

Sasaran aksi meliputi Jalan Ipda Tut Harsono, Jembatan Winong, Kawasan Malioboro, Jalan Taman Siswa, Jalan Sugeng Jeroni, Jalan Gerjen, Pasar Ngasem.
Jembatan Sayidan, Pertigaan Jalan Batikan, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Kapten Piere Tendean, Jalan Kiai Mojo, Jalan P Diponegoro, Jalan Melati Wetan, dan Argolubang.
Membawa sapu, serok dan karung plastik, peserta Gerakan Jogja Berhati Nyaman membersihkan jalan trotoar.
Tak hanya mencabuti rumput liar. ASN bersama polisi, TNI dan pegawai BUMD kerja bakti membersihkan jalan umum.
Bahkan, Damkarmat Kota Yogyakarta menurunkan armada tanki untuk menyemprot jalan trotoar di Malioboro.
Di Malioboro, misalnya. Para personil Damkarmat memuntahkan air dalam debit besar yang diarahkan di jalan sayap barat. Sementara yang lain menggosok jalan dengan deterjen.
Di depan Gedung DPRD DIY, puluhan ASN bersama polisi dan TNI juga sibuk membersihkan daun yang masuk dalam pelindung akar pohon.
Aksi bersih-bersih ini tak hanya membuat kawasan Malioboro menjadi semakin bersih dan menawan.
Para wisatawan menjadi betah berlama-lama menikmati suasana pagi di sepanjang Jalan Malioboro.
Bahkan, tidak sedikit wisatawan yang mengambl gambar kegiatan para ASN, polisi, TNI yang gotong-royong dalam Gerakan Jogja Berhati Nyaman.
Ratusan Pelajar Ikuti Kegiatan Reresik Sekolah

Selain 14 titik yang menjadi obyek aksi bersih-bersih, saat bersamaan juga dilakukan Reresik Sekolah di TK, SD, dan SMP se-Kota Yogyakarta. Acara ini diinisiasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta.
“Kebetulan acara Gerakan Jogja Berhati Nyaman bersamaan Jumat wage yang menjadi jadwal rutin kegiatan Reresik Sekolah 35 hari sekali,” terang Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Yogyakarta, Mugi Suyatno.
Kelas, halaman, taman, kamar mandi, laboratorium, perpustakaan, dan kantin menjadi sasaran bersih-bersih.
Selain lingkungan sekolah, para pelajar juga melakukan aksi bersih-bersih di simpang empat Kemantren Jetis.
“Sekitar lima ratusan pelajar yang membersihkan area publik di pinggir jalan. Kemudian sisanya membersihkan di kompleks sekolahnya masing-masing,” terang Mugi. (*)











