Profil

Dari Pekalongan ke Dunia: Rayyan Shahab Tembus 15 Kampus Top Dunia di 6 Negara!

47
×

Dari Pekalongan ke Dunia: Rayyan Shahab Tembus 15 Kampus Top Dunia di 6 Negara!

Sebarkan artikel ini
INSPIRATIF: Keinginan go global dimulai saat duduk kelas XI di MAN IC Pekalongan dengan mengikuti pertukaran pelajar (Program AFS) selama 10 bulan ke Finlandia. (istimewa)

Pekalongan, ZonaJogja.Com – Ahmad Ali Rayyan Shahab, siswa MAN Insan Cendikia Pekalongan (ICP), Jawa Tengah meraih 15 Letter of Acceptance (LoA), surat resmi dari universitas yang menyatakan pelamar diterima sebagai mahasiswa.

Sebanyak 15 LoA tersebut tersebar di enam negara, Amerika, Kanada, Inggris, Belanda, Selandia Baru, dan Australia. Kampus dan jurusannya  sangat bergensi, sebagian masuk Top 10 dan 50 dunia.

Bagaimana Rayyan meraih itu semua?  Rayyan berbagi resep, tips, trik, dan strategi.

“Sejak kecil saya dimotivasi orang tua untuk go global. Diajak nonton di TV atau internet tentang dunia luar. Dibacain atau suruh baca tentang dunia luar. Saya takjub. Hal ini seakan ter-patri bahwa saya harus meraih cita-cita untuk go global,” ujarnya.

Ia tidak pernah kursus. Hanya dari belajar di sekolah, baca buku, nonton, dengerin musik dan berani bicara berbahasa Inggris.

Keinginan go global dimulai saat duduk kelas XI di MAN IC Pekalongan dengan mengikuti pertukaran pelajar (Program AFS) selama 10 bulan ke Finlandia.

Rayyan hidup bersama keluarga angkat, belajar di sekolah bertaraf internasional, dan berteman dengan siswa yang berasal dari berbagai negara.

Saat kembali ke Indonesia semangat bisa kuliah di luar negeri terus membara. Rayyan mencari informasi, hadir di sejumlah event pameran pendidikan, diskusi dengan keluarga dan rekan orang tuanya yang memiliki pengalaman studi luar negeri, serta menyiapkan diri melihat jadwal pendaftaran masing-masing kampus yang dituju.

Di luar sekolah, Rayyan aktif di alumni AFS. Bahkan, menjadi ketua angkatan. Dia juga aktif di beberapa organisasi kepemudaan tentang lingkungan, seperti Green Generation dan Greenfaith. Sementara di internal sekolah, dia menjadi co-founder organisasi tentang lingkungan.

Sejak kecil rajin menulis. Beberapa artikel saat dibuat di Finland maupun  ke Indonesia cukup menghiasi media. Dia juga membuat blog sendiri, https://saveearth.id/.

Tidak Meninggalkan Jalur Langit

Selain jalur bumi, Rayyan mengungkapkan usaha melalui jalur langit terus dimunajatkan, khususnya doa orang tuanya.

“Umik dan Abah selalu mengingatkan untuk selalu berdoa, lebih-lebih saat puasa. Juga minta doakan ke nenek dan kakek, om, tante, dan keluarga. Kalau ada keluarga, kerabat, atau kenalan yang umroh, selalu minta sambung doa agar bisa lolos PTLN. Karena memang kita tidak bisa abai terhadap kekuatan diluar diri kita,” bebernya.

Kata Rayyan, orang harus memiliki mimpi dan semangat mewujudkan mimpi  dengan belajar, berkegiatan, dan berdoa.

Persiapkan kemampuan bahasa Inggris di atas rata-rata. Juga kemampuan skolastik melalui test  Scholastic Assessment Test sebagai standart tes internasional.

Modal lain harus mempunyai passion pada keilmuan tertentu secara konsisten dan itu diwujudkan dalam pengetahuan, organisasi, dan aksi nyata.

Memiliki kemampuan menulis untuk menuangkan pengalaman dan ide. Kunci lain yang  penting dilakukan adalah patuh terhadap orang tua, serta berpasrah diri kepada Tuhan. (*)