Bantul, ZonaJogja.Com – Puluhan perajin kulit menampilkan berbagai produk olahan kulit sapi pada acara Gelar Produk Kulit di nDalem Kulit Jogja, Manding, Bantul (9/6/2026).
Para perajin dari DIY memamerkan sandal, tas, sepatu, jaket, dan bermacam aksesoris.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara yang hadir pada acara ini mengajak perajin kulit harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pemasaran digital.
Industri kulit di DIY memiliki peluang besar berkembang. Minat wisatawan dari Malaysia, Singapura, Jepang, dan Tiongkok belanja produk kerajinan berkualitas terus meningkat.
Peningkatan wisatawan menjadi momentum bagi pelaku usaha kulit untuk memperluas pasar.
“Tinggal bstrategi pemasarannya diperkuat,” pinta GKR Bendara didampingi Wawali Yogyakarta, Wawan Harmawan; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yuna Pancawati; dan Wakil Ketua ASITA Bidang Produk dan Pemasaran, Fachri Herkusuma.
Harus Melek Digital
Para perajin kulit harus melek digital dan promosi online. Pasalnya, media sosial saat ini menjadi sarana sangat efektif mengenalkan produk.
GKR Bendara mendorong perajin kulit aktif memproduksi konten edukatif di media sosial.
Dampaknya sangat besar dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengembangan produk kulit dari DIY.
Isteri KPH Yudanegara ini juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk dan pelayanan kepada pelanggan.
Termasuk membangun keunggulan melalui desain, personalisasi, dan kualitas pengerjaan, bukan semata-mata bersaing melalui harga.
Wawali Wawan Harmawan mengatakan industri kulit di Kota Yogyakarta memiliki potensi besar berkembang bila seluruh pemangku kepentingan mampu membangun ekosistem yang kuat.
“Kolaborasi yang kuat akan membuat industri kulit Yogyakarta mampu menembus pasar global,” kata Wawali. (*)










