Kronika

Budi Waljiman Dukung GEMARIKAN Lewat MBG, Dorong Anak Anak Suka Makan Ikan

6
×

Budi Waljiman Dukung GEMARIKAN Lewat MBG, Dorong Anak Anak Suka Makan Ikan

Sebarkan artikel ini
MENINJAU: Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman berbincang bincang dengan Maryati (mitra) dan Kepala Dapur SPPG Pendowoharjo 3, Mario Ramos Butar Butar STr Par. (azam/zonajogja.com)

Bantul, ZonaJogja.Com – DPRD DIY bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY semakin masif kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN).

Kampanye GEMARIKAN tidak hanya menyasar masyarakat. Sejak tahun 2025,  DKP DIY mendorong pelaku budidaya ikan bekerjasama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman mendukung kebijakan DKP DIY yang mengoptimalkan kampanye GEMARIKAN dalam program makan bergizi gratis (MBG).

Kampanye tersebut merupakan sinergi program pemerintah daerah dengan pemerintah pusat melalui MBG. Juga upaya meningkatkan konsumsi makan ikan kepada anak anak.

“Saya setuju. Karena ikan melengkapi kandungan protein dalam menu MBG,” kata Budi Waljiman kepada wartawan di sela-sela meninjau acara pelatihan pengolahan ikan bersama DKP DIY di SPPG Pendowoharjo 3, Sewo, Bantul, hari ini (7/7/2026).

Pelatihan Olah Ikan untuk Menu MBG

PELATIHAN: Peserta dilatih mengolah ikan menjadi menu enak dan sehat yang disukai anak-anak. Juga memiliki kandungan gizi tinggi. Antara lain ikan patin, lele, gurami atau nila. (istimewa)

Pelatihan yang dihadiri Korwil SPPG Bantul, Fitra; Maryati (mitra) dan Kepala Dapur SPPG Pendowoharjo 3, Mario Ramos Butar Butar STr Par ini diikuti 30 orang.

Peserta dilatih mengolah ikan menjadi menu enak dan sehat yang disukai anak-anak. Juga memiliki kandungan gizi tinggi. Antara lain ikan patin, lele, gurami atau nila.

Sekadar diketahui, konsumsi ikan di DIY dibandingkan angka nasional masih rendah.

Tahun 2025, misalnya. Angkanya mencapai 36,29 kilogram per kapita per tahun.  Sementara konsumsi nasional rata-rata 56 kilogram per kapita per tahun.

Budi mengatakan, rendahnya konsumsi ikan di DIY karena masyarakat sejak kanak-kanak terbiasa konsumsi protein yang bersumber daging ayam, telur, dan kedelai.

Nantinya, setiap SPPG di DIY wajib menyediakan menu kandungan protein dari ikan sebanyak dua kali dalam seminggu.

“Jadwalnya tergantung masing-masing SPPG,” kata Budi, politisi Partai Gerindra yang berharap para penerima manfaat MBG di DIY terbiasa mengkonsumsi ikan.

Penerima Manfaat Sebanyak 1.833 Orang

Korwil SPPG Bantul, Fitra, mengatakan SPPG Pendowoharjo 3 berkomitmen menghadirkan layanan terbaik melalui penyediaan infrastruktur dan peralatan yang memenuhi standar kualitas tinggi untuk mendukung proses operasional yang efektif, aman, dan efisien.

SPPG Pendowoharjo 3 menggunakan bahan baku pilihan dengan kualitas terbaik.

“Sehingga setiap produk yang dihasilkan memiliki mutu yang terjaga dan memberi manfaat  bagi penerima. Termasuk menyangkut penyediaan ikan. Itu menjadi komitmen kami,” kata Fitra.

Kepala Dapur SPPG Pendowoharjo 3, Mario Ramos Butar Butar STr Par mengatakan, penerima manfaat MBG sebanyak 1.833 orang yang terbagi 1.010 porsi kecil dan 823 porsi besar.

Sekolah penerima MBG meliputi SDN Timbulharjo, SDM Pendowo SD 1 Sewon, SD 2 Negeri Blunyahan, SD Negeri Monggang, TK Aisiyah Slanggen, KB dan TK Al Wafa, PAUD Ushwatun Hasanah, PAUD dan TK PKK 6 Sudimoro, KB Al Hakim, Posyandu Cepit Apokat I, Posyandu Cepit Apokat II, Posyandu Cepit Apokat III, Posyandu Pendowo I dan Posyandu Blunyahan 1.

Budi meminta SPPG membeli bahan untuk makan bergizi gratis dari Bantul, Yogyakarta, Sleman, Kulonprogo dan Gunungkidul. Alasannya agar uang berputar di DIY.

“UMKM semakin maju. Peternak bisa hidup. Gizi anak-anak penerima manfaat bisa terjamin. Perekonomian masyarakat tumbuh dan berkembang,” kata Budi. (*)