Kronika

Danais Support Pengembangan IoT di Pleret, Ajak Anak Muda jadi Petani Milenial

12
×

Danais Support Pengembangan IoT di Pleret, Ajak Anak Muda jadi Petani Milenial

Sebarkan artikel ini
INOVASI PETANI: Memanfaatkan asisten digital berbasis AI (seperti perintah suara Alexa) untuk memantau tanaman, derajat keasaman dan kelembapan tanah, suhu udara, dan cuaca secara real-time. (istimewa)

Yogyakarta, ZonaJogja.Com –  Inovasi pertanian di Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, layak diacungi jempol.

Desa Mandiri Budaya Pleret bekerjasama dengan Pokdarwis dan Bumkal Lumbung Pangan Mataram sukses mengembangkan pertanian modern berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI).

Project pengembangan teknologi IoT yang didukung Dana Keistimewaan itu digarap di lahan Banyu Kencono seluas kurang lebih 5 ribu meter per segi.

Keberhasilan penerapan pertanian berbasis IoT dan AI di Pleret menjadi topik diskusi pada acara Rembag Kaistimewan di chanel YouTube Paniradya Kaistimewan, hari ini (24/9/2026).

Diskusi dengan tema “Petani Muda Naik Kelas: Bertani Cerdas dengan Teknologi IoT”, menghadirkan narasumber Kepala Bidang Urusan Kebudayaan Paniradya Kaistimewan, Imam Budidharma ST MEc Dev.

Juga hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Erlina Hidayati Sumardi SIP MM; Lurah Pleret, Taufiq Kamal SKom MCs;  dan Soni Susanto (Petani Milenial)

Garap Lahan Pertanian jadi Makin Mudah

HEMAT ENERGI, HEMAT BIAYA: Teknologi Internet of Things (IoT) menggunakan panel surya, dan sumur bor untuk menjaga kualitas air penyiraman. (istimewa)

Lurah Pleret, Taufiq Kamal mengatakan, pengembangan pertanian berbasis IoT mempermudah pekerjaan para petani yang menggarap pertanian.

“Teknologi yang digunakan ini bukan menggantikan. Tapi, membantu petani semakin mudah menggarap pertanian,” kata Taufiq.

Teknologi IoT diterapkan di lahan hortikultura dengan komoditas bawang merah, pare dan cabai.

Alat dipasang sensor. Sensor ini berfungsi memantau kelembapan tanah dan udara, tingkat keasaman tanah, suhu, dan kondisi cuaca secara real-time.

Teknologi IoT memberi instruksi otomatis dengan sensor-sensor yang telah terpasang. Sedangkan fungsi AI membantu mengontrol penyiraman, pemupukan, hingga mengatur lampu penerangan secara otomatis.

“Saya berharap teknologi ini bisa mendukung ketahanan pangan dan mengembalikan citra Pleret sebagai lumbung pangan,” kata Taufiq.

Seperti diketahui, penanaman perdana lahan pertanian berbasis IoT di Lahan Banyu Kencono, Karet, 19 Agustus 2026.

Penanaman dengan memanfaatkan teknologi digital tersebut untuk mendukung ketahanan pangan, sekaligus mengembangkan potensi wisata edukasi pertanian di kawasan Banyu Kencono.

Kepala Bidang Urusan Kebudayaan Paniradya Kaistimewan, Imam Budidharma memberi apresiasi kepada Kalurahan Pleret  yang telah melahirkan inovasi teknologi Internet of Things (IoT) untuk menggarap pertanian.

“Sangat menginspirasi,” kata Imam.

Terbuka bagi yang Ingin Akses Danais

BANYU KENCONO: Disinilah, Desa Mandiri Budaya Pleret bekerjasama dengan Pokdarwis dan Bumkal Lumbung Pangan Mataram sukses mengembangkan pertanian modern berbasis Internet of Things. (istimewa)

Hadirnya inovasi IoT terbukti semakin memudahkan petani menggarap lahan sawah. Pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan produktivitas dengan hemat waktu dan efisiensi biaya operasional.

Itulah sebabnya, Pemda DIY melalui Paniradya Kaistimewan terus melakukan pendampingan kepada masyarakat, termasuk dukungan pembiayaan.

Paniradya Kaistimewan terbuka bagi masyarakat yang ingin mengakses Dana Keistimewaan. Hanya danais tidak bisa diberikan kepada perseorangan.

“Harus melalui kelompok. Bukan individu,” ujar Imam.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Erlina Hidayati Sumardi mengatakan, invovasi IoT memberi segudang manfaat bagi masyarakat.

Teknologi IoT telah mempermudah para petani wanita yang menggarap lahan tanpa mengurangi peran sebagai ibu rumah tangga.

Fungsi sebagai isteri tetap berjalan, fungsi sebagai ibu dari anak-anak juga tidak terganggu.

Berharap Petani Milenial Makin Banyak

JADI DAYA TARIK: Lahirnya inovasi IoT di Kalurahan Pleret telah mendongkrak animo anak muda semakin menggandrungi pertanian. (istimewa)

Terilhami inovasi pertanian di Pleret, Erlina berharap semakin banyak anak muda tertarik menggeluti pertanian.

“Harapannya  semakin banyak muncul petani-petani muda,” kata Erlina yang ditugasi Paniradya Kaistimewan menjadi koordinator Desa Mandiri Budaya.

Lahirnya inovasi IoT di Kalurahan Pleret telah mendongkrak animo anak muda semakin menggandrungi pertanian.

Salah satu anak muda yang telah bertani adalah Soni Susanto yang kini berkiprah di wadah Lumbung Pangan Mataram.

“Saya ingin menyampaikan kepada anak-anak muda yang ingin jadi petani. Teknologi IoT sangat membantu. Ini teknologi yang menjanjikan,” kata Soni.

Inovasi Internet of Things (IoT) memudahkan generasi muda mengelola lahan pertanian berbasis data dengan lebih cerdas dan efisien.

Imam Budidharma,  Erlina Hidayati, dan Lurah Taufiq Kamal, dan Soni berharap inovasi IoT dapat menarik minat anak-anak muda menjadi petani milenial. (ad/*)