Cepetan Alas Watulawang, Cerita tentang Barisan “Makhluk Halus” saat Kajoran Dikepung

ZonaJogja.Com – Ada peserta yang menjadi pusat perhatian penonton saat kirab budaya Palakiyah di Desa Watulawang, Pejagoan Kebumen, Kamis (27/7/2023).
Peserta ini menamakan diri barisan “makhluk halus”. Mereka adalah pegiat seni Cepetan Alas Watulawang.
Cepetan Alas Watulawang adalah kesenian asli karya warga setempat. Lahir dari Watulawang. Benihnya muncul awal abad saat terjadi peristiwa Pengepungan Kajoran.
Buku History of Java karya Rafles membeberkan kebakaran hebat Panjer tahun 1439 Saka. Dilanjutkan pengepungan Kajoran tahun 1441 Saka.
“Jadi setelah kebakaran Panjer Nagari, mungkin karena ekspansi, selang dua tahun selanjutnya pengepungan Kajoran yang dikenal sebagai Panjer Roma atau Panjer utara,” terang Sejarawan Ravie Ananda SPd.
BERITA LAIN: Sayembara Desain Gedung LPS di IKN, Total Hadiah Rp 400 Juta, Buruan !
Masyarakat masuk ke hutan. Bersembunyi di ceruk-ceruk batu bekas erupsi berusia jutaan tahun di Watulawang.
Mereka kemudian membuat topeng menyerupai mahluk halus penunggu hutan yang disebut Cepet.
Topeng ini kemudian digunakan untuk mengusir musuh. Sampai sekarang, kesenian Cepetan masih terjaga keasliannya di Watulawang Java Heritage.
Pemuda Watulawang bernama Ji Pek mengatakan, pembuatan topeng Cepet menggunakan kayu randu dan pule.
“Alat musik yang dipakai hanya 3 kentongan dan sebuah drum minyak zaman Belanda,” ujarnya.
BERITA LAIN: Ternyata, Sebagian Pengelolaan Sampah di DIY Sudah Diatensi Danais

CERITA MASA LALU: Ketua umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada, Wahjudi Djaja bersama pelaku kesenian Cepetan Alas Watulawang. (yudi)
Kesenian ini lalu dilembagakan tahun 1955, diketuai Mbah Parta Wijaya (sesepuh Watulawang).
Ada juga yang berpendapat tahun 1918 sudah berdiri. Kini, kesenian ini diketuai Mbah Dawintana.
Beranggotakan 12 orang. Terdiri penabuh 5 orang, sehingga total satu rombongan berjumlah 30an orang.
Pendamping wisata sejarah Watulawang, Wahjudi Djaja menyebutkan, ada yang menarik dari seni tradisi Cepetan Alas Watulawang.
“Ini merupakan kecerdikan rakyat mempertahankan diri dari serangan musuh,” kata Wahjudi yang juga ketua umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (KASAGAMA).
BERITA LAIN: 1.211 Mahasiswa UAD Dinyatakan Lulus, Besok Diwisuda di JEC
Penduduk mengangkat narasi lokal untuk menakut-nakuti musuh. Bisa jadi, mereka meminta bantuan leluhur dan penunggu Watulawang saat menghadapi kesulitan.
Sekarang, cerita itu menjadi legenda. Jejaknya masih hidup sampai sekarang. (*)
Kontributor: Wahjudi Djaja
KOMENTAR (0)
PILIHAN REDAKSI
Acaranya Keren, Desain yang Dipamerkan Bagus Bagus
- 10 Oktober 2026 22:03 WIB
Jogja Fashion Rendezvous 2026 merupakan kolaborasi ASMAT PRO Group bersama Jogja City Mall.
Ratusan Orang Saksikan Memetri Kaistimewan di Tamanmartani, Warga 22 Padukuhan Gelar Kirab, Usung Lima Jodang
- 1 September 2026 07:10 WIB
Pada tahun ini, Kalurahan Tamanmartani dipilih menjadi lokasi puncak Memetri Kaistimewan 14 Tahun Undang Undang Keistimewaan DIY yang mengusung tema “Mulyaning Manah, Mukti ing Burni, Wibawaning Jagad” .
Percasi Ingin Yogyakarta jadi Kota Catur, jadi Olahraga Populer ke-2 Setelah Sepakbola
- 16 Agustus 2026 16:41 WIB
Percasi juga menargetkan catur menjadi olah raga nomor 2 paling populer di sekolah setelah sepak bola.
Menteri Kebudayaan Dorong Kolaborasi Kreatif Lewat IPCC 2026, Potensi Digarap Secara Produktif
- 15 Oktober 2026 06:29 WIB
Fadli optimistis jembatan kebudayaan yang dibangun melalui IPCC 2026 membuka peluang jejaring ekonomi kreatif.
Pelatih Timnas Wanita Indonesia Pantau MLSC Yogyakarta Seri 1, Sebut Turnamen Bentuk Ekosistem Sepakbola Putri yang Bagus
- 19 September 2026 22:09 WIB
Pertandingan yang disaksikan ratusan penonton ini dipantau Pelatih Timnas Wanita Indonesia, Satoru “Mochi” Mochizuki.
Enam Senator Kunjungi Sekolah Rakyat di Kulon Progo, Pastikan Tepat Sasaran bagi Anak Anak dari Keluarga Miskin
- 9 September 2026 08:47 WIB
Program untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan ini diselenggarakan dengan tiga aspek tujuan.
CIMB Niaga Bantu Anak Muda Kelola Keuangan, Adopsi OCTO Terus Menunjukkan Tren Positif
- 12 Oktober 2026 22:31 WIB
Peluncuran OCTO untuk Pejuang Mimpi merupakan bagian komitmen berkelanjutan CIMB Niaga melalui Kejar Mimpi.
Budi Waljiman Apresiasi Dedikasi Paskibraka
- 20 Agustus 2026 06:44 WIB
Pengalaman menjadi anggota Paskibraka tidak hanya berkaitan pelaksanaan tugas upacara kenegaraan

Saat ini belum ada komentar