oleh

Ini Podcast tentang Mendidik Anak Disabilitas yang Inspiratif, Lihatlah…

BANTUL – Mahasiswa Kelompok 58 KKN  Universitas Mercu Buana Yogyakarta memproduksi podcast tentang anak-anak disabilitas.

Podcast berdurasi 10 menit ini dibuat mahasiswa bersama Forum Keluarga Disabilitas (FKD) “Pinilih”, Sedayu, Bantul.

Tema yang diusung adalah “Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak Disabilitas di Era Pandemi.

Pengambilan tema karena situasi pandemi COVID-19 menuntut masyarakat melakukan berbagai kegiatan secara tidak langsung.

Namun, didukung kemajuan teknologi, semua menjadi terasa lebih mudah. Belajar pun melalui online.

BACA JUGA: Ini Dia, Jamu Herbal Laris Manis dari Kampung Notoprajan

INTERVIEW: Mahasiswa sedang wawancara dengan narasumber. (istimewa)

Namun, banyak siswa kesulitan melakukan belajar online. Bisa karena  akses jaringan internet, bisa juga faktor materi belajar.

Banyak orang tua mengeluh melihat anak kesulitan belajar. Ini karena tidak semua orang tua bisa mengoperasikan internet.

“Awalnya program kerja ini memerlukan perundingan terlebih dahulu  dengan anggota FKD “Pinilih”,” kata Penanggung Jawab Program, Zahrah Nandya Purwinta.

Singkat cerita, Forum Keluarga Disabilitas “Pinilih” mendukung pembuatan podcast.

Pembuatan podcast dilaksanakan secara online dan offline. Pengambilan video dilakukan mahasiswa KKN kelompok 58 secara offline di  rumah narasumber.

BACA JUGA: Mahasiswa KKN Sukses Olah Kulit Kopi jadi Kompos, Petani pun Senang

TIM PODCAST: Sharing usai pengambilan video. (istimewa)

“Pengambilan video tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujar Zahrah.

Sementara edit dan publikasi podcast dilakukan secara online melalui channel Youtube. Selengkapnya bisa klik https://youtu.be/jHOaCMIY8LE.

Tujuan pembuatan podcast memberi edukasi kepada masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak disabilitas usia sekolah.

Konten podcast juga mengajak Forum Keluarga Disabilitas “Pinilih” memproduksi podcast yang edukatif dan inspiratif.

“Semoga podcast dengan tema yang kami angkat ini benar-benar dapat bermanfaat. Bisa mengedukasi masyarakat,” kata Zahrah. (adv/asa)