oleh

Mahasiswa KKN Sukses Olah Kulit Kopi jadi Kompos, Petani pun Senang

PURWOREJO – Kelompok KKN 20 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melakukan survei.

Sasaran survei adalah penduduk Dusun Katerban, Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah. Hasilnya, sebanyak 20,80 persen masyarakat  bekerja sebagai petani.

Selebihnya antara lain bekerja sebagai pegawai dan wirausaha. Komoditas yang sedang digarap di Dusun Katerban adalah kopi.

Lembaga yang intens mendampingi petani adalah Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Bangun Semi.

Pusat pelatihan ini juga membantu pengembangan komoditas kopi.

BACA JUGA: Pandemi C19 Belum Selesai, Mahasiswa Bagikan Ribuan Masker

“Kami mengajak masyarakat dan P4S bersama-sama mengembangkan kopi menjadi komoditas unggulan,” kata Ketua Kelompok 20, Rifqi Arrazzaq Annaafi.

P4S Bangun Semi mengelola kopi, sejak penanaman hingga pascapanen. Termasuk mengolah limbah kopi.

Sampai sekarang, petani belum memanfaatkan limbah kopi. Setelah melakukan konsultasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan, M Nastain SSos I MIKom, mahasiswa berinisiatif mengolah limbah menjadi kompos.

Pemanfaatan kulit kopi diharapkan dapat membantu petani mengurangi biaya pengeluaran budidaya kopi.

BACA JUGA: Bagaimana Tips Gunakan Skincare saat Pandemi? Ini Penjelasannya

KERJASAMA: Petani dan mahasiswa KKN dari UMBY. (istimewa)

Kata Rifqi, kompos kulit kopi juga memiliki kelebihan. Yakni, dapat memperbaiki sifat fisik tanah, memperbaiki struktur tanah, dan menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.

Kepala Dusun Katerban, Supangat menyambut baik gagasan mahasiswa UMBY.

Ia berharap pembuatan kompos akan mengurangi biaya pengeluaran budidaya kopi.

“Satu lagi, bagaimana meningkatkan hasil produksi kopi agar lebih maksimal,” kata Supangat. (adv/asa)