Tutup
Kronika

Besok Gerhana Matahari, Ini Tata Cara Shalat

651
×

Besok Gerhana Matahari, Ini Tata Cara Shalat

Sebarkan artikel ini
GELAP: Gerhana matahari hybrid yang akan melewati Indonesia besok Kamis. (bmkg)

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Gerhana matahari hibrida akan terjadi di Indonesia. Berlangsung besok Kamis, 20 April 2023  pukul 10.45.25, berakhir  12.06.39.

Gerhana matahari total melintasi kawasan pulau Kisar Maluku Barat hingga Kabupaten Biak Numfor Papua Barat.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Kawasan lain dilintasi gerhana sebagian, kecuali wilayah Banda Aceh dan Sabang. Muhammadiyah mengajak umat Islam melakukan salat gerhana secara berjamaah.

Salat gerhana dilaksanakan dua rakaat, tanpa adzan dan iqamah. Setiap rakaat melakukan rukuk, qiyam dan sujud dua kali.

Salat gerhana boleh dilakukan di tanah lapang atau masjid. Bagaimana tata cara salat gerhana?

BACA JUGA: Walikota Yogyakarta Sebaiknya Bukan Politisi, Paling Pas Dipimpin Sosok Ini

Imam menyerukan as-salatu jami‘ah

  • Takbiratulihram
  • Membaca doa iftitah
  • Membaca taawuz, basmalah, lalu membaca surat al-Fatihah, disusul surah panjang dengan jahar
  • Rukuk, dengan membaca tasbih yang lama
  • Mengangkat kepala dengan membaca sami‘allahu li man hamidah, makmum membaca rabbana wa lakal- amd
  • Berdiri tegak, lalu membaca surat al-Fatihah disusul surah panjang, tetapi lebih pendek dari surat yang dibaca pertama
  • Rukuk, sambil membaca tasbih yang lama, tetapi lebih singkat dari yang pertama
  • Bangkit dari rukuk, membaca sami‘allahu li man hamidah, rabbana wa lakal-hamd
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud
  • Bangkit dari sujud, berdiri tegak mengerjakan rakaat kedua, seperti rakaat pertama, tanpa membaca doa iftitah
  • Salam

BACA JUGA: Afnan Hadikusumo: Kesalahan Kebijakan Penguasa Harus Dikritisi

Setelah salat, imam berdiri menyampaikan khutbah. Berisi nasihat serta peringatan terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah.

Imam juga  mengajak memperbanyak istigfar, sedekah dan berbagai amal kebajikan. (*)

sumber: muhammadiyah.or.id