YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Mahasiswa harus mampu mencerminkan nilai karakter terbaik sesuai tingkatan intelektual.
“Hidup di dunia global dengan keterbukaan yang makin luas membuat nilai-nilai luar mudah masuk ke budaya Indonesia,” kata Anggota MPR RI, M Afnan Hadikusumo pada acara Sosialisasi Empat Pilar Bernegara di Gedung DPD RI Jalan Kusumanegara, hari ini (18/4/2023).
Acara ini diselenggarakan MPR bersama Pusat Studi Muhammadiyah.
Afnan mengatakan, mahasiswa adalah kaum intelektual yang tinggal bersama lapisan masyarakat yang sangat heterogen.
BACA JUGA: Catat, Ketemu Juru Parkir Nakal, Lapor Saja ke Nomor 081802704212
Mereka sering melakukan interaksi dengan masyarakat, sehingga mahasiswa memahami permasalahan yang sedang terjadi.
Mahasiswa berperan menganalisis persoalan tersebut. Lalu, menyampaikan realitas dan solusinya kepada pemerintah.
“Sebagai bagian dari masyarakat, mahasiswa tentunya tidak boleh acuh terhadap perkembangan dinamika pemerintahan yang sedang berjalan,” kata Afnan mengingatkan.
Kesalahan kebijakan yang dilakukan penguasa harus dikritisi dengan semangat membangun.
Mahasiswa harus menjadi generasi yang peka terhadap kondisi masyarakat. Juga intens memperjuangkan aspirasi masyarakat.
BACA JUGA: Jangan jadi Kepala Daerah Inkonstitusional I oleh: Taufiq Nugroho SH MH CLA

“Kita harus belajar banyak dari reformasi yang diteriakan mahasiswa di tahun 1998 ketika orde baru tumbang. Salah satu aksi demo terbesar di Indonesia yang dimotori mahasiswa,” ujar Afnan, cucu Ki Bagus Hadikusumo.
Kepala Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukun FISHIPOL UNY, Prof DR Sunarso MS mengatakan Indonesia adalah negara besar.
Terdiri lebih 17 ribu pulau, 34 provinsi, 500 lebih kabupaten dan kota, 7 ribu lebih kecamatan, serta 70 ribu lebih desa dan kelurahan.
Penduduk lebih dari 270 juta jiwa. Negara ini juga memiliki sekurang-kurangnya 6 agama besar.
“Keanekaragaman tersebut berpotensi menciptakan kekuatan, namun sekaligus bisa menimbulkan kelemahan,” kata Prof Sunarso.
BACA JUGA: Sambut Wisatawan, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Buka Pos Kesehatan
Agar keanekaragaman menjadi kekuatan, para pendiri negara ini membuat konsensus berupa Pancasila dan UUD 45.
Generasi penerus harus menjaga dengan sikap toleransi. Menegakkan keadilan, menjaga nilai-nilai kejujuran, dan berpikiran maju.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Yogyakarta, Afgan mengatakan, Sosialisasi Empat Pilar Bernegara dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Dimana peran nasionalisme sangat penting dikembangkan,” ujarnya.
BACA JUGA: Didukung Kraton Yogyakarta, AMM Gondomanan Gelar Gema Takbir Jogja
Nasionalisme tidak hanya berupa cinta tanah air, melainkan sikap positif membangun bangsa dan negara.
Mahasiswa harus berani dan tangguh menghadapi berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa.
Mampu memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara. (*)











