Kronika

Syauqi Soeratno: Pustakawan Sekolah jadi Garda Terdepan Jaga Kedaulatan Informasi

×

Syauqi Soeratno: Pustakawan Sekolah jadi Garda Terdepan Jaga Kedaulatan Informasi

Sebarkan artikel ini
PERSPEKTIF BARU: Kehadiran Ahmad Syauqi Soeratno memberi perspektif baru. Perpustakaan sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam pendidikan politik dan kebangsaan bagi generasi muda. (istimewa)

Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Acaranya sudah berlangsung 2 minggu lalu. Tapi, kehadiran  Anggota DPD RI dapil DIY, Ir Ahmad Syauqi Soeratno MM masih berkesan.

Syauqi yang juga anggota MPR ini diundang pada acara diskusi buku “Pustakawan Hebat, Peka Literasi di Era Digital”.

Acara yang dilaksanakan di Gedung DPD RI Jalan Kusumanegara pada 14 Desember 2025 ini sekaligus dilangsungkan sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara.

Diskusi dan sosialisasi Dihadiri pustakawan sekolah Muhammadiyah se-Kota Yogyakarta.

Ketua Himpunan Pengelola Perpustakaan Sekolah Muhammadiyah (HIMPUSMA) Kota Yogyakarta, Dewi Istiqomah SE menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran Syauqi Soeratno.

“Kehadiran mas Syauqi Soeratno waktu itu memberi perspektif baru bahwa perpustakaan sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam pendidikan politik dan kebangsaan bagi generasi muda,” kata Dewi.

Beri Arahan tentang Empat Pilar

Peluncuran buku “Pustakawan Hebat, Peka Literasi di Era Digital” menjadi semakin lengkap tatkala Syauqi memberi arahan tentang empat  pilar berbangsa dan bernegara.

“Memotivasi kami menjadikan perpustakaan sebagai pusat persemaian nilai-nilai nasionalisme bagi siswa,” imbuhnya.

Ahmad Syauqi Soeratno mengungkapkan pentingnya peran pustakawan sekolah sebagai garda terdepan menjaga kedaulatan informasi dan nilai-nilai kebangsaan di era digital.

Pustakawan bukan sekadar pengelola buku. Tetapi agen literasi yang harus mampu memfilter arus informasi digital agar tetap berada dalam koridor nilai-nilai Pancasila.

“Di tengah banjir informasi dan potensi hoaks, pemahaman terhadap empat pilar berbangsa dan bernegara menjadi kompas moral dan etika di ruang siber,” ujar Syauqi Soeratno.

Empat pondasi bangsa, yakni Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, harus menjadi substansi setiap konten literasi di sekolah.

Syauqi menyebut  tantangan digital saat ini, seperti polarisasi dan radikalisme digital, hanya bisa ditangkal bila pustakawan memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh.

“Menjaga NKRI di era digital artinya menjaga persatuan di ruang publik virtual,” kata Syauqi.

Pustakawan hebat adalah mereka yang tidak hanya cakap teknologi, melainkan mampu menanamkan semangat Bhinneka Tunggal Ika melalui bahan bacaan dan diskusi di ruang pembelajaran. (*)