Tutup
Kesehatan

Mau Sukses Diet? Bisa Dicoba Tips dari Ahli Gizi UGM

136
×

Mau Sukses Diet? Bisa Dicoba Tips dari Ahli Gizi UGM

Sebarkan artikel ini
BERBAGI TIPS: Ahli Gizi UGM, Dr Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih SGz MPHRD. (humas ugm)

SLEMAN, ZonaJogja.Com – Ingin menurunkan berat badan? Ahli Gizi UGM, Dr Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih SGz MPHRD menyebutkan lima kunci diet.

Agar diet sukses menurunkan berat badan dan badan tetap sehat, Mirza membagikan lima kunci utama dalam berdiet.

Advertisiment
iklan
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Pertama, olahraga. Olahraga akan membantu proses pembakaran kalori dalam tubuh.

Hanya, olahraga harus memperhatikan frekuensi, intensitas, tipe, dan durasi. Setidaknya olahraga dilakukan 3 kali seminggu.

“Jangan lupa, memilih jenis olahraga sesuai kondisi,” kata Mirza seperti dilansir ugm.ac.id (6/10/2022).

BACA JUGA: Kaki Palsu dari BAZNAS Kota Yogyakarta bagi Pedagang Soto

Kedua, membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak. Sesuai rekomendasi Kemenkes, batasannya adalah 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam, serta 5 sendok makan lemak.

Ketiga, meningkatkan asupan buah dan sayur untuk menutupi kekurangan kalori. Badan bisa tetap bugar dan optimal beraktivitas.

Keempat, membatasi asupan karbohidrat. Kebutuhan karbohidrat setiap orang berbeda.

Tergantung jenis kelamin, usia, tinggi dan berat badan, tingkat aktivitas, dan kebutuhan kalori harian.

Wanita membutuhkan kalori sekitar 1.900 – 2.100 kalori. Sedangkan pria sekitar 2.100 – 2.400 kalori.

BACA JUGA: Lautan Manusia jadi Saksi Pergelaran Wayang Jogja Night Carnaval #7

“Sementara anjuran mengonsumsi karbohidrat orang dewasa umumnya sekitar 300 gram per hari,” katanya.

Kelima, berpuasa. Berpuasa membantu menurunkan berat badan, karena frekuensi makan menjadi lebih sedikit.

“Ada puasa setiap 3 hari sekali per minggu, 2 hari sekali per minggu, dan  sehari puasa sehari tidak,” terang Mirza.

Hanya, saat menjalankan program diet sebaiknya dilakukan melalui konsultasi. Sebagian besar kegagalan diet karena individu tidak displin saat menjalankan program. (*)