YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Pemkot Yogyakarta semakin serius menangani persoalan sampah.
Salah satu program yang telah dicanangkan adalah mewujudkan Kota Yogyakarta bebas sampah anorganik. Targetnya, program ini terealisasi hingga akhir Desember 2023.
Sampah harus selesai dikelola dari sumber pertama. Yakni, masyarakat pada level terkecil di keluarga.
“Target akhir tahun 2023, revolusi Kota Yogyakarta bebas sampah anorganik,” kata Sekda Ir Aman Yuriadijaya pada Workshop Penguatan Kelembagaan Forum Bank Sampah se-Kota Yogyakarta, di Ballroom Hotel Santika, 7 November lalu.
BACA JUGA: Forwakobis, Paguyuban Jurnalis yang Mulai Eksis Jadi Event Organizer
Aman yang juga Ketua Forum Bank Sampah Kota Yogyakarta memperkirakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan pada akhir tahun 2023 tidak dibuka.
“Akan dihentikan dan dilakukan revitalisasi hingga tahun 2026,” terangnya.
Kota Yogyakarta akan menghadapi masalah besar. Pada Oktober lalu, 43 persen dari total sampah sekitar 260 ton adalah anorganik.
Aman pun mengajak masyarakat bersama-sama menekan volume sampah. Pekerjaan ini berat.
Tapi tidak bisa dihindari. Forum bank sampah harus memilihi metode pengelolaan sampah secara sistemik dari sumber pertama.
BACA JUGA: Jadi Tuan Rumah Forum Internasional, LPS Perkuat Manajemen Risiko Keamanan Siber
Pasca workshop, forum bank sampah di 14 kemantren akan membuat peta jalan untuk menangani darurat sampah dalam prosedur operasinal teknis yang jelas.
Setiap wilayah juga harus menyiapkan cara mengelola sampah organik untuk menekan biaya pengelolaan di TPA.
Salah satunya melalui pengelolaan daur ulang sampah dengan memaksimalkan galeri bank sampah.
Rencananya, akhir tahun 2022 akan diterbitkan Peraturan Walikota berkaitan penanganan sampah di keluarga.
Perwal ini diharapkan aktivitas penanganan sampah menjadi gerakan terpadu, efektif, dan efisien.
BACA JUGA: Lapangan Syiwa jadi Lokasi Kejurnas Gateball 2022, Diikuti 25 Provinsi se-Indonesia
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta sekaligus Pembina Forum Bank Sampah Kota Yogya, Sugeng Darmanto menyebutkan saat ini ada 565 forum bank sampah.
“Masih ada 180 forum bank sampah yang belum ada kejelasan,” kata Sugeng.
Sugeng menambahkan, bank sampah induk dari DLH Kota Yogyakarta juga akan dihidupkan kembali.
Tapi, hanya untuk mengelola sampah yang paling residu atau sisa sampah yang tidak bisa diolah di rumah tangga. (*)











