YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Sosok perempuan satu ini tak lagi asing di dunia sastra di Yogyakarta.
Namanya Maria Widy Aryani. Ada yang menyapa “Maria”. Ada juga yang memanggil “Widy”.
Perempuan kelahiran Yogyakarta, 4 Juni 1964 ini sudah puluhan tahun berteman dengan dunia sastra.
Sebagian perjalanan hidup isteri Rafael Priyono Mintohardjo ini lebih banyak dihabiskan untuk sastra.
Maria mencintai dunia satra sejak masih muda. Ia mengagumi sejumlah sastrawan.
Sebut saja Chairil Anwar, Asrul Sani, WS Rendra, Umar Kayam, Goenawan Mohamad, NH Dini, Sapardi Djoko Damono.
BACA JUGA: Antisipasi Masalah Besar, Kota Yogyakarta Lakukan Revolusi Sampah Anorganik

Juga menyukai karya-karya Putu Wijaya, Arifin C Noer, Danarto, dan Iwan Simatupang.
Para pujangga ini yang memberi inspirasi bagi Maria total menggeluti dunia sastra.
Ia telah mengunyah berbagai buku sastra. Tak hanya buku fiksi terbitan Indonesia. Sejumlah karya sastrawan asing juga telah “dimakan”.
Kedalaman pengetahuan tentang dunia sastra membuat Maria tak hanya piawai membaca karya-karya sastra.
Alumnus SMA 1 Teladan Yogyakarta ini juga telah memproduksi puluhan sajak dan puisi.
Juga tak terhitung lagi tulisan fiksi berupa cerita pendek yang telah dimuat di berbagai surat kabar.
Ia juga kerap tampil membacakan puisi dalam berbagai panggung sastra di DIY, dan kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
BACA JUGA: Forwakobis, Paguyuban Jurnalis yang Mulai Eksis Jadi Event Organizer
Bahkan, perempuan berkacamata ini terus bersastra saat tinggal bersama suaminya di Tembagapura, Papua, Irian Jaya pada thun 1990an.
Setelah purna tugas, keduanya kembali hidup di Yogyakarta. Maria bertemu lagi dengan komunitas pegiat sastra.
Maria semakin eksis. Dari hari ke hari semakin produktif. Usia yang tak lagi muda tidak menghalangi terus memproduksi karya-karya fiksi.
Kini, ibu dari Mikhael Gibran Haribawono dan Pedro Bautista sedang merampungkan buku baru. Diberi judul Ukulele untuk Bu Guru.
BACA JUGA: Jadi Tuan Rumah Forum Internasional, LPS Perkuat Manajemen Risiko Keamanan Siber
“Ini karya perdana saya untuk buku cerita anak-anak,” kata Maria yang pernah kuliah di IKIP Sanata Darma.
Buku diproduksi Penerbit Ide Anak Bangsa. Buku bercerita tentang anak-anak dan alat musik khas Papua. Buku yang mengisahkan saat Maria bersuka cita bersama anak-anak Papua. (*)











