Nasional

Serap Aspirasi di Purworejo, Politisi Golkar DPR RI Bagikan 825 Bibit Kelapa Genjah Kuning

550
×

Serap Aspirasi di Purworejo, Politisi Golkar DPR RI Bagikan 825 Bibit Kelapa Genjah Kuning

Sebarkan artikel ini
SERAP ASPIRASI: Penyerahan bantuan di kediaman Wakil Ketua Partai Golkar Bidang Hukum, Danan Purnomo SH, MSi di Desa Kesugihan, Kecamatan Purwodadi, 12 Desember 2022. (obe)

PURWOREJO, ZonaJogja.Com – Empat belas gabungan kelompok tani (gapoktan) di delapan kecamatan di Purworejo, Jawa Tengah menerima bantuan 825 bibit kelapa genjah kuning Bali.

Bantuan  merupakan bagian program aspirasi anggota Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto. Bantuan diserahkan Wakil Bupati Yuli Hastuti SH kepada perwakilan petani.

Acara penyerahan dilangsungkan di kediaman Wakil Ketua Partai Golkar Bidang Hukum, Danan Purnomo SH, MSi di Desa Kesugihan, Kecamatan Purwodadi (12/12/2022).

“Bantuan ini tepat diberikan untuk masyarakat Purworejo, mengingat sebagian besar adalah petani. Kelapa juga komoditas unggulan Kabupaten Purworejo,” kata Wabup Yuli Hastuti.

Sekadar diketahui, warga Purworejo memanfaatkan pohon kelapa dengan diambil buah, nira, dan kayu. Terutama untuk produksi gula kelapa yang menjadi produk unggulan Purworejo.

BACA JUGA: Siap-Siap, 800 Ribu Wisatawan Bakal Datangi Kota Yogyakarta pada Libur Nataru

DANAN PURNOMO: Wakil Ketua Partai Golkar Bidang Hukum, Danan Purnomo SH MSi. (obe)

Bahkan, beberapa produsen turunan budidaya kelapa telah melakukan ekspor. Antara lain gula semut dan virgin coconut oil (VCO).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Purworejo, Hadi Sadsila menambahkan kelapa genjah cocok dibudidayakan, karena memiliki karakteristik sesuai harapan petani.

Pohon kelapa berbuah dalam waktu 3-5 tahun setelah tanam. Hanya memiliki batang kayu setinggi kurang lebih 5 meter.

Umur kelapa genjah juga relatif lama. Yakni 25 – 50 tahun. Budidaya yang cepat menjadikan kelapa genjah pilihan produsen gula kelapa, kelapa segar, atau minyak kelapa.

“Kami  akan melakukan pendampingan kepada petani pembudidaya lewat petugas penyuluh pertanian,” kata Hadi.

Kata Hadi, bibit kelapa genjah  memang bersertifikat. Kualitas terjamin. Tapi tetap harus dibudidayakan sesuai standar produksi yang benar. (*)