SLEMAN, ZonaJogja.Com – Tak hanya menyaksikan wayang kulit semalam suntuk.
Masyarakat yang menyaksikan acara Labuhan di Gunung Merapi pada Selasa (21/2/2023) malam juga bisa menikmati sajian makan malam.
Sajian menunya biasa-biasa saja. Tapi, rasanya super enak. Apalagi dinikmati pada malam hari. Di lokasi berhawa dingin lagi.
“Ini betul-betul obat lapar,” kata pendaki Rio yang menyempatkan diri menyaksikan wayang kulit di Kinahrejo, Selasa (21/2/2023) malam.
Lakonnya Jumenengan Parikesit. Dalangnya, Ki Sigit Manggolo Saputro. Sembari menyimak pergelaran wayang kulit, para pengunjung bisa menikmati makan malam.
Ada dua lokasi yang bisa dipilih. Bisa makan makan di warung Bu Murni, atau di dapur umum.
BACA JUGA: Kinahrejo Banjir Pengunjung, Ratusan Orang Berjalan Menuju Srimanganti
Lantas, siapa juru masaknya? Tak lain adalah personil Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY.
Seperti penyelenggaraan labuhan sebelumnya, TRC BPBD DIY ditugasi mengurusi ini-itu. Termasuk mengurusi dapur umum.
TRC BPBD DIY mengerahkan 16 personil. Dari jumlah itu, beberapa personil bertugas memasak. Antara lain, Chenguk dan Arya.
Mereka memasak di kendaraan khusus dari Mako BPBD DIY di Jalan Kenari. Kendaraan ini bisa dibawa ke mana-mana.
BACA JUGA: Pencuri Beraksi, Angkringan Suwandi jadi Korban, Telur Asin pun Ikut Digasak

Di mobil ini, Chenguk dan Arya memasak. Mereka berdua memang dikenal sebagai chefnya TRC BPBD DIY.
Kemarin malam, tugas Arya meracik tanaman menjadi sayur. Termasuk menggoreng daging ayam puluhan kilogram.
Sementara Chenguk membuat mi rebus. Juga menyuguhkan minuman teh dan kopi. (*)











