Kronika

Gandeng Swasta, Pemkot Yogyakarta Kelola Sampah 60 Ton/Hari

611
×

Gandeng Swasta, Pemkot Yogyakarta Kelola Sampah 60 Ton/Hari

Sebarkan artikel ini
KERJASAMA: Penjabat Walikota Yogyakarta Singgih Raharjo (kanan) dan Dirut PT Biru Sistem Perkasa, Cendra Perkasa. Pola kerjasama akan disesuaikan dengan regulasi yang berlaku. Bisa dilakukan bisnis to bisnis antara BUMD dengan PT Biru Sistem Perkasa. (diskominfosan kota yogyakarta)

ZonaJogja.Com – Pemkot Yogyakarta menggandeng PT Biru Sistem Perkasa untuk mengelola sampah.

“Ini adalah wujud keseriusan Pemkot  Yogyakarta  menangani sampah,” kata Singgih usai penandatanganan kerjasama di Balaikota Timoho (17/10/2023).

Naskah kesepakatan bersama ditandatangani Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo dan Direktur Utama PT Biru Sistem Perkasa, Cendra Perkasa.

Singgih mengatakan, kerjasama dengan swasta  membuka babak baru pengelolaan sampah.

BERITA LAIN: KPK Proses 1.648 Tersangka, Paling Dominan Kasus Gratifikasi

Pola kerjasama akan disesuaikan dengan regulasi yang berlaku. Bisa dilakukan bisnis to bisnis antara BUMD  dengan PT Biru Sistem Perkasa.

Kerjasama pengelolaan sampah dijadwalkan mulai dilaksanakan awal tahun 2024.

“Yang  direncanakan untuk kerjasama  60 ton per hari. Tapi kemungkinan bisa lebih dari itu,” ujar Singgih.

Direktur Utama PT Biru Sistem Perkasa, Cendra Perkasa  berharap kedua pihak mampu menyiapkan kebijakan teknis dan teknologi terbaik dalam mengolah sampah yang ramah lingkungan, terpadu dan efektif.

BERITA LAIN: LPS Gelar Kompetisi Video dan Poster, Hadiahnya Bikin Ngiler

Teknologi yang ditawarkan adalah teknologi pengelolaan sampah yang mengedepankan high teknologi, smoke less dan juga green.

Bahan bakar utama  alat yang akan dibangun adalah air.  Efeknya tidak menghasilkan asap, sehingga ramah lingkungan.

Alat yang disiapkan bisa mengelola semua jenis sampah organik, anorganik dan sampah residu.

Metodenya, sampah dibakar menggunakan alat insinerator dengan suhu berkisar 1.250-1.500 derajat celsius.

BERITA LAIN: Waspadai Diare, Masih jadi Masalah Kesehatan di Kota Yogyakarta

Beberapa partikel seperti batu, kaca dan besi tidak bisa terbakar sehingga perlu ada pemisahan.

Hasil pembakaran dibersihkan menggunakan  air, sehingga  tidak ada asap, warna dan bau.

“Output dari  pembakaran adalah abu. Angkanya di bawah tiga persen,” terang Cendra. (*)