Tutup
Profil

Mengenang Bugiakso, Pelantun Tembang Kelayung-Layung, Suaranya Bikin Kangen

132
×

Mengenang Bugiakso, Pelantun Tembang Kelayung-Layung, Suaranya Bikin Kangen

Sebarkan artikel ini
RELIJIUS: Bugiakso saat berdakwah lewat lagu-lagu relijius. (istimewa)

ZonaJogja.Com – Setiap menjelang datangnya bulan ramadhan,  mengingatkan sosok bernama Ir Drs H Bugiakso.

Pasalnya, pria bertubuh besar kelahiran 11 Mei 1963 itu dikenal sebagai penyanyi relijius ternama di Indonesia.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Ia mendirikan grup band bernama BQ Band. Namun, perjalanan  bermusik berhenti pada tanggal 26 Juni 2017.

Ia meninggal dunia saat berusia 54 tahun.  Para penikmat lagu-lagu reliji di Indonesia kehilangan dengan kepergian Bugiakso selama-lamanya.

Sejak itu, masyarakat tak lagi dapat menyaksikan Bugiakso bersama BQ Band tampil di panggung.

BERITA LAIN: PWM DIY Lepas 750 Orang Berlaga di OlympicAD VII di Bandung, Target Bawa Pulang Medali 

BUGIAKSO: Lahir 11 Mei 1963, meninggal dunia 26 Juni 2017. (istimewa)

————————————–

Lirik Lagu Kelayung-Layung

Ono tangis kelayung-layung

Tangise wong kang wedi mati

Gedhongono kuncenono

Yen wis mati mongso urungo

Ditumpakke kereto jowo

Rodane roda manungso

Ditutupi ambyang-ambyang

Disirami banyune kembang

Ono tangis kelayung-layung

Tangise wong kang wedi mati

Gedhongono kuncenono

Yen wis mati mongso urungo

Ditumpakke kereto jowo

Rodane roda manungso

Ditutupi ambyang-ambyang

Disirami banyune kembang

Duh, Gusti Allah

Kulo nyuwun pangapuro

Ning sayange wis ora guno

Ditumpakke kereto jowo

Rodane roda manungso

Ditutupi ambyang-ambyang

Disirami banyune kembang

Duh, Gusti Allah

Kulo nyuwun pangapuro

Ning sayange wis ora guno

Ditumpakke kereto jowo

Rodane roda manungso

Ditutupi ambyang-ambyang

Disirami banyune kembang

———————————-

Sebelum bermusik, Bugiakso sempat  berkiprah di bisnis media massa.

Waktu itu, bersama Yahya Ombara membesarkan Harian Yogya Post yang berkantor di Cemara Tujuh, Jalan Kaliurang.

Ia menjabat sebagai pemimpin perusahaan. Pernah menjadi ketua GM Kosgoro Yogyakarta.

Menjadi anggota DPRD DIY periode 1999-2004.  Menjabat ketua umum Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) Pusat  2006-2010.

BERITA LAIN: Pertama di UPN “Veteran” Yogyakarta, Visitasi Akreditasi Internasional di Fisipol

KENANGAN: Bugiakso bersama Nining, isterinya. (istimewa)

Bugiakso juga pendiri sekaligus ketua umum Jenderal Sudirman Center. Lembaga ini berkantor di Donolayan, Sleman.

Di sela-sela kesibukan menjadi orang terkenal di Indonesia,  Bugiakso menyisakan waktunya untuk berdakwah melalui seni musik.

Bugiakso adalah penyanyi yang paling sering tour ke mana-mana. Tak hanya di DIY, Bugiakso  menghibur masyarakat di berbagai kota di Jawa dengan lagu-lagu bernuansa reliji.

Istimewanya, masyarakat sama sekali tidak dipungut biaya saat menghadirkan Bugiakso dan Bugie Band.

Bahkan, masyarakat justru mendapatkan bingkisan dari Bugiakso. Kebaikan Bugiakso masih dikenang masyarakat.

BERITA LAIN: Beredar 2 Versi Survei Pilkada Kota Yogyakarta, Suara Terbanyak Berbeda

Contohnya saat Bugiakso memenuhi undangan Komunitas Merapi tampil di Gamping, Sleman tahun 2009, dan di Ngampilan, Yogyakarta tahun 2015.

“Semuanya gratis. Mulai panggung, tenda dan sound system. Kami hanya menyediakan tempat untuk mendirikan panggung,” ujar Ninik, pengurus Komunitas Merapi.

Saat manggung, Bugiakso dan BQ Band melantunkan lagu-lagu ngehits yang sangat familiar bagi masyarakat..

Antara lain Kelayung-layung, Opo Abote, Astaghfirullah, Salam, Rumongso Dosa, Ilahi, Mampir Ngombe, Subhanallah, Al Ikhlas, Musyrik dan Subuh.

Masyarakat sangat menikmati lagu-lagu BQ Band yang menyampaikan pesan tentang moralitas, keislaman dan keimanan. (*)