Tutup
Headline

Inilah Pasar Kluwih, Pengunjung Terbatas, Pendapatan Pedagang Pas-Pasan

65
×

Inilah Pasar Kluwih, Pengunjung Terbatas, Pendapatan Pedagang Pas-Pasan

Sebarkan artikel ini
APA ADANYA: Seorang pedagang di Pasar Kluwih sedang menata dagangan. (azam/zonajogja.com)

ZonaJogja.Com – Selain Pasar Ngasem, di Kemantren Kraton Yogyakarta ada satu lagi pasar tradisional.

Namanya Pasar Kluwih. Pasar ini terletak sekitar 200 meter di timur Kraton Yogyakarta.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Lokasinya menyatu dengan pemukiman penduduk kampung Suryoputran, Kelurahan Panembahan.

Menurut cerita penduduk setempat, pasar rakyat ini sudah eksis sejak tahun 1950.

BERITA LAIN: Terdampak Renovasi Benteng Baluwerti, Gedung Dakwah Muhammadiyah jadi Asrama Pelajar Madrasah Muallimaat Muhammadiyah

“Pasar ini juga menjadi bagian perjalanan Kota Yogyakarta,” kata tokoh masyarakat, Heru Wahyu Kismoyo kepada ZonaJogja.Com, hari ini (8/6/2024).

Pasar ini buka enam jam. Didatangi pembeli yang tinggalnya rata-rata di wilayah Kelurahan Panembahan.

Pedagang rata-rata mulai menggelar dagangan sejak pukul 6 pagi. Tutup pukul 12.00.

Pedagang  tidak hanya dari kampung setempat. Ada beberapa penjual berKTP Kabupaten Bantul.

BERITA LAIN: Pertama di Indonesia, Telkomsel Selesaikan Validasi Wi-Fi7, Kecepatan Internet Lebih Tinggi

PASAR KLUWIH: Perlu sentuhan pembangunan fisik agar menarik didatangi pengunjung. (azam/zonajogja.com)

Mereka kebanyakan menjual  kebutuhan pokok. Antara lain beras, telur, minyak goreng, sayuran, dan kebutuhan pokok lain.

Juga ada yang menjajakan berbagai ragam panganan tradisional.

“Pasar ini puluhan tahun  menjadi penopang kehidupan masyarakat,” ujar Heru yang juga mantan anggota DPRD DIY.

Sayangnya, bila Pasar Ngasem dan pasar-pasar lain di Kota Yogyakarta telah direnovasi, kondisi Pasar Kluwih tak juga berubah.

BERITA LAIN: Bagaimana Wajah Kridosono Masa Depan? Yuk, Lihat Penampakannya di Taman Budaya Embung Giwangan

Pasar yang  menyimpan sejarah ini tak juga diatensi Pemkot Yogyakarta. Terutama terkait sarana prasarana dan fasilitas sebagai pasar tradisional.

Beberapa pedagang berjualan di los yang sangat sederhana.

Sementara pedagang  lain berjualan di pinggir Jalan Suryoputran menggunakan tenda atau penutup seadanya.

Pedagang dan warga setempat  menunggu realisasi renovasi Pasar Kluwih.

Harapannya, Pasar Kluwih semakin banyak dikunjungi setelah memiliki tempat yang representatif.

BERITA LAIN: Anda jadi Petugas Sembelih Hewan Kurban? Jangan Lupa Pakai ADP

BUTUH KANTONG PARKIR: Pedagang berjualan di pinggir Jalan Suryoputran. (azam/zonajogja.com)

“Jalan Suryoputran sering  macet karena belum ada  kantong parkir,” ujar Heru.

Sekadar diketahui, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta pernah melakukan sosialisasi UKL-UPL dan Andalalin rencana pembangunan Pasar Kluwih pada Maret 2020.

Lahan yang akan dibangun telah disiapkan. Luasnya sekitar 500 meter2.

Berdasarkan Detail Engineering Design (DED), sepertiga lahan pasar digunakan untuk tempat parkir.

Tetapi hingga sekarang, Pasar Kluwih tak kunjung dibangun. (*)