Bantul, ZonaJogja.Com – Setelah dilakukan uji coba pada 29 September hingga 4 Oktober lalu, Jembatan Kabanaran (semula bernama Pandansimo, red) diresmikan.
Jembatan baru di DIY sepanjang 2.300 meter ini diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 19 November 2025.
Presiden Prabowo Subianto tiba di Ujung Landasan Pantai Depok sekitar pukul 12.30. Kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini disambut Gubernur DIY yang juga Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Setelah acara penyambutan, Presiden Prabowo Subianto meminta Sultan HB X membersamai perjalanan ke Jembatan Kabanaran menggunakan kendaraan Maung warna putih. Keduanya berada dalam satu mobil menuju Jembatan Kabanaran.
Perjalanan Presiden Prabowo Subianto dan Sultan HB X menuju lokasi peresmian disambut meriah masyarakat yang berdiri di pinggir jalan di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
BERITA LAIN: LazisMu Kota Yogyakarta Bagi Bagi Alat Peraga Edukatif
Tak lama kemudian, Presiden Prabowo Subianto dan Sultan HB X beserta rombongan tiba di Jembatan Kabanaran.
Di tempat ini hadir Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Hariumurti Yudhoyono dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dody Hanggodo.
Juga terlihat ratusan orang yang ingin menyaksikan peresmian Jembatan Kabanaran secara langsung.
Acara seremoni pun dimulai. Presiden Prabowo Subianto didampingi Gubernur Sultan HB X, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Hariumurti Yudhoyono; dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dody Hanggodo memencet tombol sirine.
Suara sirine yang meraung-raung di udara menandai dibukanya jembatan Kabanaran.
Presiden Prabowo dalam sambutannya menyatakan, pemilihan nama menjadi penekanan pada nilai historis kawasan yang pernah menjadi markas perjuangan Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengku Buwono I.
BERITA LAIN: Peringati 113 Tahun Muhammadiyah, LazisMu Kota Yogyakarta Serahkan Beasiswa Mentari
“Saudara-saudara sekalian, tadi kita sudah mendengar arti historis dari tempat ini, tempat perjuangan Pangeran Mangkubumi melawan Belanda, markasnya di sini juga,” kata Prabowo.
Presiden berharap jembatan Kabanaran mempermudah konektivitas. Mempermudah akses kepada daerah yang begitu indah. Dan juga penting dalam budaya Jawa yang penuh spiritualitas.
Bahkan, Presiden Prabowo mengungkapkan kemungkinan dilakukan pembangunan fasilitas pendukung di sekitar jembatan. Misalnya hotel dan fasilitas lain.
“Kita harus mendorong pariwisata. Karena pariwisata adalah penyumbang devisa sangat besar yang menyerap lapangan kerja sangat besar pula,” kata Prabowo.
Dengan catatan, pembangunan harus tetap selaras budaya lokal. Pembangunan hotel dan fasilitas lain disesuaikan dengan arsitektur yang cocok dengan budaya dan lingkungan setempat.
BERITA LAIN: 51 Juta Orang di Indonesia Belum Miliki Rekening Simpanan di Bank, DIY Terdaftar 9,07 Juta Rekening
Sekadar diketahui, kawasan Kabanaran memiliki nilai historis sangat dalam. Tempat ini pernah digunakan sebagai markas perjuangan Pangeran Mangkubumi melawan Belanda.
Penggunaan nama “Kabanaran” diharapkan menjadi simbol kesinambungan nilai perjuangan, ketangguhan, dan kebersamaan dalam pembangunan.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta, RM Sinarbiyatnujanat menyampaikan selamat diresmikannya Jembatan Kabanaran oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Saya yakin. Jembatan yang berada di Jalur Jalan Lintas Selatan ini akan berdampak positif terhadap pembangunan ekonomi di DIY,” kata Sinarbiyat.
Sinarbiyat yang juga politisi Partai Gerindra ini juga gembira menyaksikan pertemuan Prabowo Subianto dan Sultan Hamengku Buwono X untuk kali kesekian.
Menurutnya, pertemuan tersebut membuktikan Sultan HB X selaku gubernur selalu bersinergi dengan pemerintah puasat dalam pembangunan di daerah. (*)











