Headline

PHRI DIY Nangis, Reservasi Inap Tahun 2024 Capai 70 Persen, Hari Ini Baru 40 Persen

431
×

PHRI DIY Nangis, Reservasi Inap Tahun 2024 Capai 70 Persen, Hari Ini Baru 40 Persen

Sebarkan artikel ini
DEDDY PRANOWO ERYONO: Harus ada sentuhan dari pemerintah agar keberlangsungan hotel bisa berjalan normal. (dok.pribadi)

Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Pengelola hotel dan restoran di DIY masih prihatin jelang libur Lebaran 2025.

Pasalnya, ratusan kamar masih banyak yang kosong alias belum dipesan.

Berdasarkan data yang dikumpulkan BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, angka reservasi sampai hari ini masih di bawah 50 persen.

Angka reservasi sekitar 40 persen pada periode 1 April hingga 6 April di Kota Yogyakarta dan Sleman.

“Reservasi belum menghentak seperti tahun lalu pada periode yang sama,” terang Ketua BPD PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono saat dihubungi ZonaJogja.Com, hari ini (19/3/2025).

BERITA LAIN: Siswa SMA Masa Depan Bikin SAHARA, Bina Peternak Ayam Petelur

Padahal pada Lebaran 2024, reservasi mencapai 70 persen lebih. Kata Deddy, ada selisih 30 persen dibandingkan lebaran tahun ini.

Sementara reservasi di Kulo Progo, Bantul, dan Gunungkidul berada pada posisi di bawah 30 persen.

Kondisi itulah yang membuat para pengelola hotel dan restoran dirundung kekhawatiran.

Betapa tidak. Sejak terbit Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025  tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025, pendapatan hotel turun drastis.

BERITA LAIN: Gelar Program Tajudeen Project, Pelajar SMA Masa Depan Bantu Rakyat Ghana di Afrika

Presiden meminta gubernur, bupati dan walikota membatasi belanja untuk kegiatan yang bersifat seremonial, kajian, studi banding, pencetakan, publikasi, dan seminar.

Juga mengurangi belanja perjalanan dinas sebesar lima puluh persen.  Presiden juga meminta kepala daerah mengurangi belanja yang bersifat pendukung dan tidak memiliki output yang terukur.

Dampaknya, terhitung Januari hingga akhir Februari, tidak ada acara rapat atau kegiatan lain yang diselenggarakan pemerintah daerah di hotel.

Hotel hotel di DIY pun menanggung beban finansial.  Selain harus menggaji karyawan, pengelola hotel juga memikirkan pajak listrik, bayar langganan air bersih, biaya pemeliharaan, dan kebutuhan lain yang harus dipenuhi.

BERITA LAIN: Pemkot Yogyakarta Cari Kelurahan Juara Kebersihan

“Terus terang, saya dan teman-teman saat ini sedang mumet,” kata Deddy yang kembali menjadi nahkoda PHRI DIY periode 2024-2029.

Kini, harapan memperoleh pemasukan dari kegiatan pemerintah di hotel, tinggal mimpi. Sekarang hanya mengandalkan pendapatan dari sumber non pemerintah.

“Yang kami lakukan saat ini terus berjuang. Mencari terobosan-terobosan baru di tengah kondisi yang tidak baik-baik saja. Semoga, pendapatan  libur lebaran tahun ini bisa menutup beban finansial kami sejak Januari lalu,” ujar Deddy. (*)