Gunungkidul, ZonaJogja.Com – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI bersama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) menyerahkan bantuan kendaraan kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Daarul Khoir, Gunungkidul.
Selanjutnya, kendaraan yang baru saja keluar dari showroom ini akan dijadikan sebagai Mobil Layanan Dakwah.
Acara serah terima kendaraan dihadiri jajaran BPKH RI, Lazismu Pusat, Lazismu DIY, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY dan Pemkab Gunungkidul.
Ratusan santri Ponpes Daarul Khoir juga turut menyaksikan acara serah mobil layanan dakwah.
BERITA LAIN: SMKN 1 Depok Pasang Finger Print, Siswa jadi Disiplin dan Hargai Waktu

Direktur Ponpes Muhammadiyah Daarul Khoir, Ustadz Muhammad Arif Darmawan SpdI menyampaikan terimakasih kepada BPKH dan Lazismu yang telah memberi bantuan berupa kendaraan MPV.
“Alhamdulillah. Kami bersyukur kepada Allah SWT dan berterimakasih atas dukungan yang diberikan,” kata Arif.
Aris lantas mengisahkan perjalanan pondok pesantren yang dimulai dengan modal terbatas.
Ponpes Muhammadiyah Daarul Khoir berdiri tahun 2016. Pondok ini di bawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kota Wonosari.
Awalnya, pondok hanya mendidik 10 santri putra dan 4 santri putri. Setelah mendapat bantuan masyarakat sebesar Rp 650 juta, pondok semakin berkembang.
Kini, jumlah santri menjadi 400 orang. Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia.
“Tahun depan, kami sudah membuka inden dengan target 160 santri baru,” terang Arif.
BERITA LAIN: Ni Made Dilantik jadi Sekda DIY, Gubernur Minta Masalah Sampah Segera Ditangani
Mewakili Lazismu Pusat, Gunawan Hidayat ST MT menyatakan, mobil dakwah adalah amanah.
“Lazismu tidak bekerja sendirian, melainkan dipercaya BPKH untuk menyalurkan dana umat,” terang Gunawan.
Mobil dakwah bagian dari dana maslahat haji yang dipercayakan kepada Muhammadiyah. Harapannya, mobil benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana dakwah untuk umat.
Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto SE MM mengapresiasi BPKH dan Lazismu.
“Bantuan mobil ini merupakan investasi bersama untuk kemajuan dakwah,” kata Wabup.
BERITA LAIN: P2K UAD 2025 Dibuka, Puluhan Mahasiswa Baru dari 9 Negara jadi “Dahlan Muda”
Wabup berharap permohonan pembangunan masjid khusus perempuan juga bisa segera terwujud.
Perwakilan BPKH RI, Prof Dr HM Arief Mufraini Lc MSi menekankan pentingnya pengelolaan dana haji dengan amanah.
Kata Arief, BPKH setiap tahun menyalurkan dana kemaslahatan untuk kepentingan umat.
Dana tersebut disimpan dan disalurkan dalam bentuk program kemaslahatan sebagai ijtihad untuk memberikan manfaat bagi umat Islam.
“Kami mengapresiasi Lazismu yang telah menjalankan amanah ini dengan baik sesuai aturan yang berlaku,” kata Arief. (*)











