Kesehatan

Tahun 2025 Ditemukan 1 Kasus Hantavirus di Kota Yogyakarta, tapi Sudah Sembuh

14
×

Tahun 2025 Ditemukan 1 Kasus Hantavirus di Kota Yogyakarta, tapi Sudah Sembuh

Sebarkan artikel ini
HANTAVIRUS: Ditularkan melalui tikus yang terinfeksi. Penularan melalui gigitan, kontak, atau air ludah, urin dan kotoran tikus. (ai)

Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Surat Edaran Walikota Nomor 100.3.4/2407 tahun 2025 tentang Kewaspadaan Kejadian Leptospirosis dan Hantavirus masih berlaku.

Surat edaran tersebut masih relevan  sampai sekarang. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta  mengimbau masyarakat meningkatkan upaya deteksi, pencegahan dan pengendalian leptospirosis dan hantavirus.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan, Lana Unwanah menyatakan sejak Januari hingga  Mei 2026 tidak ditemukan kasus hantavirus.

“Pada tahun 2025 ditemukan satu kasus. Tapi, dinyatakan sembuh,” kata Lana kepada wartawan di Balaikota Timoho (29/5/2026).

Meski demikian, Lana meminta masyarakat tetap mewaspadai  hantavirus. Pasalnya, sampai sekarang tidak ada pengobatan spesifik untuk hantavirus. Selama ini pengobatan untuk mengatasi gejala klinis atau terapi simptomatis.

Gejala Klinis Ada 2 Jenis

Sekadar diketahui, hantavirus ditularkan melalui tikus yang terinfeksi. Penularan melalui gigitan, kontak, atau air ludah, urin dan kotoran tikus.

Termasuk aerosol dari debu yang terkontaminasi dan terhirup. Lana mengatakan, gejala klinis hantavirus ada dua jenis.  Yakni, hantavirus pulmonary syndrome (HPS) dan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS).

Tipe HFRS dapat mengakibatkan gangguan ginjal dengan masa inkubasi 1-2 minggu. Sedangkan tipe HPS mengakibatkan gangguan saluran pernafasan akut.

Indikasinya, diawali demam tinggi yang kadang disertai perdarahan mata konjungtiva dan kemerahan di wajah.

Penderita juga sakit kepala, tidak nafsu makan dan nyeri pada bola mata. Di fase berikutnya tekanan darah menurun dan penurunan kesadaran, paru dan perut bengkak serta urine berkurang.

“Makanya penting untuk memastikan gejala demam sejak hari pertama,” terang Lana. (*)