Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta mengintensifkan penguatan karakter pelajar selama semester pertama 2026.
Disdikpora Kota Yogyakarta juga melakukan pemberdayaan pemuda pada jadwal yang sama melalui sejumlah program.
Yakni, program budaya hidup bersih di sekolah, membekali generasi muda tangguh menghadapi pengaruh negatif, hingga mencetak pemuda pelopor dan calon wirausaha muda.
Gresek Bangun Budaya Hidup Bersih
Salah satu programnya adalah Gerakan Reresik Sekolah (Gresek) yang menjadi bagian Gerakan Jogja Berhati Nyaman.
Dilaksanakan setiap Jumat Wage dengan melibatkan seluruh satuan pendidikan di Kota Yogyakarta bersama perangkat pemeintah daerah.
Aksinya berupa bersih lingkungan sekolah, jalan, dan kawasan sungai. Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori mengatakan gerakan tersebut bukan sekadar menjaga kebersihan lingkungan.
“Tetapi, juga menjadi sarana membangun karakter peserta didik melalui pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat,” kata Budi.
Tujuannya menciptakan perilaku hidup sehat dan bersih. Budi berharap program tersebut menjadikan Yogyakarta menjadi kota yang nyaman, indah, dan bersih.
Kepala SMP Negeri 6 Yogyakarta, Dwi Isnawati mengungkapkan, sekolahnya telah menerapkan pengelolaan sampah melalui Gerakan Mas Jos.
Program tersebut dapat menekan volume sampah secara signifikan melalui pemilahan, pengolahan sampah organik, pembangunan biopori jumbo, hingga tabungan sampah bagi siswa.
Pembinaan Mental dan Pencegahan Pengaruh Destruktif
Selain membangun kepedulian terhadap lingkungan, Disdikpora Kota Yogyakarta juga memberi perhatian terhadap ketahanan mental generasi muda.
Pada April 2026 menggelar pembinaan kepemudaan bertema Pemuda Sehat Berdaya Bermanfaat. Tujuannya membentengi pelajar dari pengaruh destruktif, penyalahgunaan narkoba, dan persoalan kesehatan mental.
Acara ini menghadirkan psikolog kesehatan yang menekankan pentingnya prinsip “No Health without Mental Health”.
“Bahwa kesehatan mental merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh,” kata Budi.
Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan menenkan pentingnya menyiapkan generasi muda sebagai fondasi pembangunan bangsa di tengah derasnya perubahan zaman dan perkembangan teknologi.
“Anak-anak muda hari ini adalah calon pemimpin bangsa ke depan. Mereka bisa jadi pemimpin atau minimal menjadi fondasi kuat bagi masa depan Indonesia,” ujarnya.
Cetak Pemuda Pelopor dan Wirausaha Muda
Sementara rentang Mei hingga Juni 2026, pembinaan kepemudaan dilanjutkan melalui proses seleksi dan pengukuhan Pemuda Pelopor Kota Yogyakarta.
Terpilih 15 pemuda dari berbagai bidang. Lima juara pertama berasal dari bidang pendidikan, seni budaya, pengelolaan sumber daya alam, pangan, serta inovasi teknologi.
Mereka membawa beragam inovasi sosial. Ada pendirian sanggar belajar bagi anak penyintas disabilitas, pelestarian seni budaya Jawa, pengolahan sampah organik menggunakan maggot.
Juga ada pengembangan pertanian perkotaan berbasis hidroponik, hingga pembuatan aplikasi berbasis Android untuk memudahkan pembayaran zakat, infak, sedekah, dan kurban.
Pada periode yang sama, Disdikpora Kota Jogja juga melanjutkan program Yogyakarta Entrepreneur School of Business Ownership (YES BOSS) melalui mentoring dan coaching clinic bagi peserta.
Program inkubasi kewirausahaan ini merupakan kelanjutan angkatan pertama sejak 2025. (*)











