Tutup
Kronika

Jangan Kucilkan Anak Muda, Efeknya Bisa Seperti Ini

59
×

Jangan Kucilkan Anak Muda, Efeknya Bisa Seperti Ini

Sebarkan artikel ini
FGD: Mengungkap sejumlah faktor dalam kejahatan jalanan remaja. (dok. fakultas psoikologi uad)

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com –  Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Komunitas Psycho Education Centre (PEC) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD). Mengangkat tema Mencari Formula Mengatasi Problematika Kenakalan Remaja.

FGD yang dibuka Dekan Fakultas Psikologi UAD, Dra Elli Nur Hayati MPH PhD Psikolog, mengungkapkan  sejumlah faktor yang muncul dalam kejahatan jalanan remaja.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Yakni, faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor lingkungan masyarakat  dan media sosial.

Orang tua, saudara terdekat, dan orang sekitar  kurang memberi perhatian terhadap anak. Kurangnya figur  ayah dalam keluarga. Serta minimnya pengawasan anak ketika berada di luar rumah, terutama pada malam hari.

Juga ada doktrin yang dilakukan  senior di sekolah terhadap siswa. Mereka mendoktrin  berperilaku negatif. Misalnya membolos dan menenggak minuman keras.

Lalu, dampak anak muda yang dikucilkan di  masyarakat. Termasuk karena salah memilih teman pergaulan. Sosial media juga menjadi sumber informasi mendukung munculnya perilaku agresif  untuk menunjukkan eksistensi anak-anak muda.

“Dari berbagai faktor tersebut muncul solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi problematikan kejahatan remaja,” kata Elli.

Yakni, pendekatan adaptasi model pentaholix yang melibatkan keluarga, masyarakat, sekolah, pemerintah dan media.

Ketua Program Studi Magister Psikologi UAD, Dr Nina Zulida Situmorang MSi mengatakan, FGD juga bertujuan menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta dalam mengatasi kenakalan remaja.

Sementara Kasubdit Bhabinkamtibmas Dit Binmas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, AKBP Sinungwati SH MIP menyebutkan selama tahun 2021 terdapat 37 kasus kenakalan remaja.

Data Jumlah Kejadian

No Polres/TA Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020 Tahun 2021
1 Kota Yogyakarta 10 19 19 3 0
2 Sleman 21 12 15 3 16
3 Bantul 13 13 6 0 21
4 Gunungkidul 6 0 0 0 0
5 Kulonprogo 1 1 4 0 0
  Jumlah 51 45 44 6 37

Sumber Data: Dit Binmas Polda DIY

Dari data tersebut terungkap, sebanyak 16 kasus di Kabupaten Sleman, 21 kasus di Kabupaten Bantul.

(*/asa)