YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Komunitas Psycho Education Centre (PEC) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD). Mengangkat tema Mencari Formula Mengatasi Problematika Kenakalan Remaja.
FGD yang dibuka Dekan Fakultas Psikologi UAD, Dra Elli Nur Hayati MPH PhD Psikolog, mengungkapkan sejumlah faktor yang muncul dalam kejahatan jalanan remaja.
Yakni, faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor lingkungan masyarakat dan media sosial.
Orang tua, saudara terdekat, dan orang sekitar kurang memberi perhatian terhadap anak. Kurangnya figur ayah dalam keluarga. Serta minimnya pengawasan anak ketika berada di luar rumah, terutama pada malam hari.
Juga ada doktrin yang dilakukan senior di sekolah terhadap siswa. Mereka mendoktrin berperilaku negatif. Misalnya membolos dan menenggak minuman keras.
Lalu, dampak anak muda yang dikucilkan di masyarakat. Termasuk karena salah memilih teman pergaulan. Sosial media juga menjadi sumber informasi mendukung munculnya perilaku agresif untuk menunjukkan eksistensi anak-anak muda.
“Dari berbagai faktor tersebut muncul solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi problematikan kejahatan remaja,” kata Elli.
Yakni, pendekatan adaptasi model pentaholix yang melibatkan keluarga, masyarakat, sekolah, pemerintah dan media.
Ketua Program Studi Magister Psikologi UAD, Dr Nina Zulida Situmorang MSi mengatakan, FGD juga bertujuan menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta dalam mengatasi kenakalan remaja.
Sementara Kasubdit Bhabinkamtibmas Dit Binmas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, AKBP Sinungwati SH MIP menyebutkan selama tahun 2021 terdapat 37 kasus kenakalan remaja.
Data Jumlah Kejadian
| No | Polres/TA | Tahun 2017 | Tahun 2018 | Tahun 2019 | Tahun 2020 | Tahun 2021 |
| 1 | Kota Yogyakarta | 10 | 19 | 19 | 3 | 0 |
| 2 | Sleman | 21 | 12 | 15 | 3 | 16 |
| 3 | Bantul | 13 | 13 | 6 | 0 | 21 |
| 4 | Gunungkidul | 6 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| 5 | Kulonprogo | 1 | 1 | 4 | 0 | 0 |
| Jumlah | 51 | 45 | 44 | 6 | 37 |
Sumber Data: Dit Binmas Polda DIY
Dari data tersebut terungkap, sebanyak 16 kasus di Kabupaten Sleman, 21 kasus di Kabupaten Bantul.
(*/asa)











