Tutup
Bisnis

Pemasaran Cerutu Makin Bagus, Sultan Minta PD Tarumartani Lakukan Diversifikasi

137
×

Pemasaran Cerutu Makin Bagus, Sultan Minta PD Tarumartani Lakukan Diversifikasi

Sebarkan artikel ini
TERUS TUMBUH: Gubernur Sultan HB X mengunjungi PD Tarumartani. (humas pemda diy)

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X ingin PD Tarumartani  melakukan diversifikasi produk untuk meningkatkan penjualan.

Sultan menyebut pemasaran cerutu semakin bagus. Sudah bisa mengeluarkan branding, sehingga marketnya lebih besar.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

“Saya berharap ada diversifikasi produk. Program-program lain di sektor pertanian dapat dilakukan,” pinta  Sultan saat mengunjungi PD Tarumartani, hari ini (14/6/2022).

Sultan didampingi Direktur Utama PD Tarumartani, Nur Achmad Affandi;  Direktur Utama BPD DIY, Santosa Rohmad; Kepala BPKA DIY Wiyos Santosa; Komisaris PD Tarumartani, Beny Suharsono, Dewo Isnu Broto dan George BL Panggabean.

Namun, Sultan meminta diversifikasi jangan bersaing dengan petani dan pedagang pasar tradisional.

Direktur Utama PD Tarumartani, Nur Achmad Affandi segera menindaklanjuti arahan gubernur.

“Kami akan menggarap pertanian yang punya nilai lebih. Seperti holtikultura, sayur dan buah. Pasarnya sangat terbuka di DIY,” kata Nur Achmad Affandi

BACA JUGA: 

Diversifikasi yang dilakukan juga dapat meningkatkan target pasar. Nur mengatakan sudah melakukan penetrasi pasar di Taiwan dan Singapura.

“Saat ini, hasil variasi produk yang besar bisa 5.600 buah. Kalau yang kecil 20 ribuan dengan karyawan  230 orang,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, PD Tarumartani merupakan pabrik cerutu yang berdiri sejak 1918. Memproduksi 14 jenis cerutu kualitas ekspor.

Ada Cigarillos/Treasure, Extra Cigarillos, Senoritas, Panatella, Slim Panatella, Half Corona, Corona, Super Corona/Grand Corona, Boheme, Perfecto, Royal. Rothschild, dan Churchill.

Sebelum pandemi, produksi tahun 2018 mencapai 68 ton setiap tahun. Sekarang rata-rata 260 ton per tahun. Total pendapatan saat ini  Rp 68 miliar. Keuntungan mencapai Rp 13,5 miliar.

Sementara setoran cukai Rp 15 miliar dan PAD sesuai Perda 40 persen sebesar Rp 5,5 miliar.

(aza/asa)