Tutup
Nasional

UWM Terima Hibah Riset dari Kementrian PMK, Fokus Atasi Sampah di Kemantren Kraton

50
×

UWM Terima Hibah Riset dari Kementrian PMK, Fokus Atasi Sampah di Kemantren Kraton

Sebarkan artikel ini
TANDA TANGAN: Penyerahan hibah di kantor Kementrian PKM, Jakarta. (mukijab)

JAKARTA, ZonaJogja.Com – Universitas Widya Mataram (UWM) menerima hibah riset dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

UWM masuk diantara 35 perguruan tinggi yang usulan riset diterima Kementerian PMK.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Riset mengambil tema “Penelitian Pengembangan Pendidikan Berbasis Education for Sustainable Development (Esd), Pendampingan Pengelolaan Sampah Perkotaan Terpadu Berbasis Masyarakat di Kemantren Kraton Kota Yogyakarta.

Rektor UWM, Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc didampingi Wakil Rektor III sekaligus ketua Pelaksana Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), Puji Qomariyah SSos MSi menandatangani naskah tanda tangan hibah di The Grove Suite Hotel Jakarta (21/7/2022).

Penandatanganan kontrak dihadiri para rektor dan ketua pelaksana pengusul hibah.

Disaksikan Menteri Koordinasi PMK Muhadjir Effendi dan Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Prof Panut Mulyono,

Puji Qomariyah mengungkapkan, usulan hibah riset dilatarbelakangi kenyataan buruk tentang kondisi sampah perkotaan.

Sampah perkotaan dari hari ke hari semakin meningkat. Puji mengajukan gagasan sistem pengelolaan sampah tanpa sisa dengan regulator.

“Gagasan ini solusi penanganan sampah kota yang berbiaya tinggi. Akibatnya, pengelola sampah dari pemerintah kota-kota di Indonesia hanya mampu membuang  60 persen dari seluruh sampah,” kata Puji.


BACA JUGA:


Di DIY, misalnya. Volume sampah  mencapai 1.133 ton per hari. Sampah yang bisa diproses hanya 893 ton per hari.

Sebenarnya ada kelompok pengelola sampah 4R (reduce, reuse, recycle, replace) di kelurahan dengan sistem bank sampah sebanyak 1.272 lokasi.

Sementara pengelolaan sampah mandiri mencapai 10 persen. Puji  memilih pengelolaan sampah di Kemantren Kraton menjadi sasaran riset.

Strategi ini diharapkan dapat membantu revitalisasi kawasan nJeron Beteng sebagai situs warisan budaya.

Juga terbentuk model pengelolaan sampah berbasis komunitas.

(naz)