Tutup
Kronika

Pemkot Yogyakarta Tingkatkan Peserta Pemakaian Kontrasepsi Modern, Mengapa?

48
×

Pemkot Yogyakarta Tingkatkan Peserta Pemakaian Kontrasepsi Modern, Mengapa?

Sebarkan artikel ini
DUA ANAK: YOgya dan Richa, pasangan usia subur yang memiliki dua anak. (Yoga/Facebook)

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta terus berupaya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dan angka kelahiran.

Salah satunya dengan menggerakkan pelayanan keluara berencana.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

“Antara lain pemberian layanan KB dan kesehatan reproduksi bagi pasangan usia subur yang belum terlayani,” kata Kepala DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Edy Muhammad.

Keinginan Edy disampaikan pada acara bakti sosial pelayanan KB Metode KB Jangka Panjang (MKJP) gratis di RS DKT dr Soetarto Kotabaru (15/8/2022).

Edy lantas mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan jumlah penduduk Kota Yogyakarta pada tahun 2020 berjumlah 435.936 jiwa.

Laju pertumbuhan penduduk 0,93 persen per tahun. Sementara jumlah usia subur tahun 2021 mencapai 37.971 pasangan.


BACA JUGA:


Dari jumlah itu, kebutuhan KB yang belum terpenuhi 24,12  persen, dan peserta KB aktif  50,4  persen.

Kegiatan bakti sosial pelayanan keluarga berencana melayani dua jenis MKJP.

Yakni pemasangan iuntra uterine device (IUD) dan pemasangan KB implan dengan jumlah kuota mencapai 100 akseptor.

“Saya  berharap kegiatan ini memberi informasi dan edukasi program KB kepada pasangan usia subur yang akan mengikuti layanan KB. Juga bisa meningkatkan peserta pemakaian kontrasepsi modern,” kata Edy.

(aza)