Tutup
Nasional

Sumur Sumur Tua di Blora Bakal jadi Obyek Wisata

149
×

Sumur Sumur Tua di Blora Bakal jadi Obyek Wisata

Sebarkan artikel ini
RIPPARKAB: Kabupaten Blora dan Puspar UGM bahas potensi wisata. (humas ugm)

BLORA, ZonaJogja.Com – Kabupaten Cepu dan sekitarnya memiliki ratusan sumur-sumur minyak tua. Bila dikelola secara tradisional dapat dijadikan destinasi wisata unik.

Sumur-sumur tua  dapat dijadikan satu paket dengan Loco Tour Cepu yang telah menjadi ikon wisata Blora.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

“Sumur sumur tua yang berada di Desa wisata Nglobo dan Ledok sedang kami garap sebagai daya tarik wisata,” kata Kepala Dinporabudpar Blora, Drs Kunto Aji  pada penyusunan Ripparkab bersama Pusat Studi Pariwisata UGM di Desa Wisata Tempuran, Kecamatan Blora,  23 Agustus lalu.

Tim Ahli Puspar UGM yang hadir antara lain Prof Dr Phil Janianton Damanik MSi, Dr Destha Titi Raharjana SSos MSi dan Wijaya S Hut MSc.

BACA JUGA: Di Kampung Pugeran, Makam jadi Tempat Kumpul Anak-Anak, Ini Penyebabnya

Janianton Damanik menegaskan pentingnya membangun ekonomi kreatif sebagai bagian  produk pariwisata yang harus ditonjolkan sebagai identitas Blora.

“Saatnya semua elemen masyarakat bangga dengan produk lokal  dan konsisten menggunakan produk tersebut,” kata Janianton seperti dilansir ugm.ac.id.

Analisis kajian yang dilakukan Puspar UGM, salah satunya  menyangkut persoalan aksesibilitas. Khususnya kualitas dan lebar jalan menuju objek wisata.

Pasalnya, tuntutan wisatawan saat ini adalah perjalanan dapat dilakukan dalam waktu cepat tiba di lokasi obyek wisata.

Puspar UGM menyebut potensial market yang dapat ditarik datang ke Blora adalah Rembang, Tuban, Ngawi, Bojonegoro, Sragen, Purwodadi, dan Pati.

BACA JUGA: Peringati 10 Tahun UU Keistimewaan DIY, Nayantaka Gelar Tirakatan di 392 Kelurahan

“Keberadaan Bandar Udara Ngloram juga menjadi kekuatan Blora untuk dikunjungi wisatawan. dibutuhkan kepastian jadwal penerbangan secara regular,” imbuh Destha Titi Raharjana.

Sementara itu, peneliti Wijaya mengungkapkan analisis yang dilakukan terkait daya tarik wisata menunjukkan terdapat 109 objek tersebar pada 16 kecamatan.

Daya tarik wisata budaya menempati urutan terbanyak. Yakni 55 spot (51%), wisata alam 45 spot (41%), dan wisata buatan sebanyak 9 spot (8%).

Dari 109 daya tarik wisata di Blora  terdapat 10 daya tarik wisata unggulan. Meliputi Heritage Loco Tour Cepu, Bendungan Tempuran, Gua Terawang, Puncak Serut, Migas Cepu Edupark, Sabrangan Forest Park, Desa Wisata Sambongrejo, Bukit Kunci, Bendungan Randugunting, dan Waduk Greneng.

Ditambah 39 daya tarik lain yang termasuk kategori menonjol, dan 60 daya tarik wisata kategori potensial.

Tim Puspar UGM mengusulkan empat Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten (KSPK).

BACA JUGA: Jangan Remehkan Hal Kecil

KSPK 1 Kota Blora dan sekitarnya bertema city tour, desa wisata dan wisata kuliner denga pusat layanan di Kota Blora.

KSPK 2 Kota Cepu dan sekitarnya dengan tema pengembangan wisata heritage loco tour didukung wisata sejarah dan budaya Samin dengan pusat pelayanan di Kota Cepu.

KSPK 3 Randublatung dan sekitarnya bertema wisata arkeologi, geologi dan wisata ekraf dengan pusat layanan di Kota Randublatung.

“KSPK 4 Todanan dan sekitarnya dengan tema pengembangan wisata alam gua didukung wisata kebugaran dengan pusat layanan di Kota Ngawen,” jelas Wijaya. (*)