Headline

Gelar Bank Sampah Jogja Heboh #2, Ingatkan Yogyakarta Darurat Sampah

393
×

Gelar Bank Sampah Jogja Heboh #2, Ingatkan Yogyakarta Darurat Sampah

Sebarkan artikel ini
SUKSES: Acara yang pernah diselenggarakan Paguyuban Bank Sampah DIY di Malioboro. (erwan widyarto)

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com -Paguyuban Bank Sampah DIY  bakal menggelar aksi edukasi bertajuk Bank Sampah Jogja Heboh #2.

Ini adalah edukasi mengelola sampah rumah tangga yang belakangan menjadi isu hangat di Yogyakarta.

Sejumlah acara telah disiapkan. Ada aksi  peragawati yang lenggak-lenggok membawa poster. Poster mengingatkan masyarakat tidak “nyampah” saat berwisata, terutama di Malioboro sebagai bagian dari Sumbu Filosofi.

Juga mengingatkan kondisi TPA Piyungan, juga tentang Jogja Darurat Sampah.

Peragawati mengenakan trashion. Yakni, busana daur ulang.  Busana ini merupakan rancangan anggota Paguyuban Bank Sampah DIY dari Bantul, Sleman dan Yogyakarta.

BACA JUGA: Bus Baker jadi Angkutan Idola Pendaki Jadul ke Kinahrejo, Saat Teringat, Suasananya Bikin Rindu

Selain trashion show, disuguhkan pergelaran Wayang Kristal. Wayang ini dibuat dari botol minuman bekas.

Kegiatan lain adalah pelatihan pengelolaan sampah organik maupun anorganik.

Sekretaris Paguyuban Bank Sampah DIY, Erwan Widyarto mengatakan, rangkaian kegiatan akan digelar Minggu, 6 November 2022.

“Ini lanjutan dari aksi Malioboro Resik Lan Ijo tahun 2020,” jelas Erwan dalam siaran pers yang disampaikan redaksi ZonaJogja.Com, hari ini (30/10/2022).

Aksi pegiat pengelola sampah ini didukung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta. Kegiatan dipusatkan di Teras Malioboro 2.

Penyelenggara juga akan memberi edukasi penggunaan Ember Tumpuk untuk mengelola sampah organik. Kegiatan dimulai pukul 08.30 hingga 12.00.

BACA JUGA: Taman Budaya Kota Yogyakarta Bakal Dibangun di Embung Giwangan, Outputnya Terbangun Ekosistem Budaya

KERAJINAN SAMPAH: Erwan Widayarto memamerkan boneka badut, karya pengurus Bank Sampah Griya Sapu Lidi, Sidoarum, Sleman. (erwan widyarto)

Mentor yang didatangkan adalah Nasih Widya Yuwono dari Fakultas Pertanian UGM. Nasih adalah penemu komposter Ember Tumpuk.

Pada kegiatan kali ini juda ada stan pameran. Ada sabun dari minyak jelantah, sabun mandi ecoenzyme, boneka badut tutup botol, olah limbah kaca, budidaya magot, biopori, losida.

Pupuk organik cair, bros kresek, bros tutup botol, kerajinan anyam rapat, anyaman bolong, pot dari pakaian bekas, kerajinan koran, kreasi sedotan, dan olah limbah sandal.

“Kami ingin berbagi soal pengelolaan sampah dengan prinsip 3R, reduce, reuse, recycle. Dengan langkah ini, makin sedikit sampah yang dikirim ke TPA,” ujarnya. (*)