Beranda » Headline » Bambang Wisnu Handoyo: DIY Perlu Perda Ketahanan Sandang

Bambang Wisnu Handoyo: DIY Perlu Perda Ketahanan Sandang

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Mantan kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DIY, Drs Bambang Wisnu Handoyo melontarkan gagasan menarik.

Tokoh masyarakat yang akrab disapa BW ini mengusulkan  Pemda DIY perlu menerbitkan peraturan daerah tentang ketahanan sandang.

“Pemerintah tidak melulu ngurusi pangan. Kebutuhan sandang juga harus diperhatikan,” kata Bambang pada acara diskusi terbatas di Ono Kopi, Hotel Ruba Graha (9/11/2022).

Diskusi diselenggarakan Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (FORWAKOBIS) DIY.

BACA JUGA: Lindungi Profesi Wartawan, Dewan Pers dan Mabes Polri Bikin Perjanjian, Begini Kesepakatannya

Selain BW, diskusi menghadirkan Ir Bambang Susanto Priyohadi MSc (mantan Sekda DIY); dan Ketua BPD PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono.

Mengapa BW tiba-tiba menggagas perlunya peraturan daerah ketahanan sandang dan papan?

“Mari bersama-sama kita lihat yang sedang terjadi di Yogyakarta,” ujar Bambang.

Salah satu fakta yang diungkapkan  BW perihal nasib perajin perajin batik di Yogyakarta.

Banyak industri batik  berhenti produksi. Antara lain kampung Jogokariyan, Prawirotaman, dan Kotagede.

Banyak penyebabnya. Antara lain faktor kesulitan mendapatkan bahan kain lokal, seperti mori atau sutera.

BACA JUGA: Sukses Gelar Seminar di Ajang G20 , Menko Luhut Apresiasi LPS

Dulu, para perajin bisa membeli kain mori di pabrik kain di Medari, Sleman. Sekarang para perajin batik membeli bahan dari luar negeri. Yakni, India, China dan Jepang.

“Kenyataan ini yang harus kita pikiran untuk dicari solusi. Bagaimana industri batik di Yogyakarta tetap kokoh dan kuat,” katanya.

Terpisah, anggota DPRD DIY RM Sinarbiyat Nujanat SE membenarkan fakta yang disampaikan BW.

“Betul yang disampaikan Pak BW,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Summer Course, 154 Mahasiswa Asing dari 7 Negara Layani Warga Kulon Progo

Sinarbiyat yang juga pengusaha batik ini mengaku kewalahan mendapatkan bahan. Tapi, batik yang digarap Sinarbiyat berbahan sutera. Bukan kain mori.

Tapi, kondisinya juga sama. Selain sulit, harga kain sutera semakin melambung. Sebelum pandemi, harganya sekitar Rp 350 ribu per meter. Kini, harganya naik menjadi Rp 500 ribu lebih per meter.

Politisi Partai Gerindra ini mendukung gagasan BW tentang perda ketahanan sandang.

“Saya setuju dengan gagasan pak BW. Saya kira, wacana ini harus ditangkap  oleh dewan,” ujarnya. (*)

 

 

 

 

 

Penulis:

Hobinya menulis, mendaki dan jalan-jalan...

KOMENTAR (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

PILIHAN REDAKSI

Dakwah Wisata, Suara Muhammadiyah Buka Toko Oleh Oleh 1915

  • 11 Agustus 2026 13:07 WIB

Toko Oleh Oleh 1915 merupakan yang pertama dimiliki Muhammadiyah.

Besok Gelaran WJNC di Jalan Malioboro, Jalan Ditutup Mulai Jam 13.00

  • 6 Oktober 2026 07:57 WIB

Parade diberangkatkan dari Gedung DPRD DIY menuju Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Lazismu Kota Yogyakarta Launching “Program Laku” di Umbulharjo, Terpilih 10 UMKM Penerima Manfaat

  • 15 Oktober 2026 07:37 WIB

Sebanyak 10 pelaku UMKM terpilih yang menerima intervensi program secara menyeluruh. Jumlah tersebut hasil skrining dari 64 pendaftar.

Sultan Nyatakan Jukir Tak Punya Hak Tentukan Tarif

  • 21 September 2026 20:44 WIB

GKR Condrokirono telah menjelaskan Bolosego  mengantongi izin berjualan di Alun-alun Selatan dari Keraton Yogyakarta.

Sambut Allergy Awareness Day, Morinaga Soya Lanjutkan Soyalympic ke Jogja dan Solo Lewat Kampanye #SOYAKINBISA

  • 30 September 2026 14:35 WIB

Melalui Soyalympic, Morinaga Soya ingin terus menemani orang tua memberi dukungan nutrisi dan stimulasi yang tepat.

Ulang Tahun ke-56, Sekda Kota Yogyakarta Serahkan Tumpeng ke Kadri Renggono

  • 15 September 2026 20:47 WIB

Pada hari bahagia, Budi menyerahkan potongan tumpeng kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kadri Renggono.

Ubah Persepsi Usang tentang Transmigrasi, Pemda DIY Edukasi Gen Z dengan Ide Kreatif

  • 13 Oktober 2026 08:49 WIB

Wamen Transmigrasi RI, drh Viva Yoga Mauladi MSi mengapresiasi gagasan Disnakertrans DIY menggelar Lomba Storytelling Transmigrasi.

Inilah Kisah Supono, Pemain Tarkam Badminton yang Pensiun Setelah Kedua Mata Kena Glaukoma

  • 13 Oktober 2026 07:58 WIB

Teknik bermain Supono sangat mumpuni. Dikenal sebagai pemain  yang alot saat bermain di lapangan.