Nasional

LPS Sosialisasi Literasi Keuangan di Kampus, Mahasiswa Bertanya Begini

353
×

LPS Sosialisasi Literasi Keuangan di Kampus, Mahasiswa Bertanya Begini

Sebarkan artikel ini
ANTUSIAS: Mahasiswa mengikuti kegiatan literasi keuangan yang diselenggarakan LPS. (ist)

JAKARTA, ZonaJogja.Com –  Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus mendorong literasi keuangan di kalangan generasi muda.

Kali ini, LPS mengunjungi Universitas Bina Nusantara (BINUS).  Usai memaparkan peran LPS,  mahasiswa menyodorkan pertanyaan kepada Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa.

“Sebaiknya menabung atau berinvestasi?” tanya seorang mahasiswa.

Kata Purbaya, menabung dan investasi adalah dua konsep berbeda.  Tabungan merupakan porsi pendapatan yang tidak habis dikonsumsi, sementara investasi adalah pembelian asset yang ditujukan untuk meningkatkan pendapatan.

“Tujuannya berbeda. Bila tujuan  mendapatkan untung, risiko yang ditanggung juga besar. Mau menabung atau berinvestasi,  keduanya bisa berjalan beriringan.  Hanya perlu mengetahui karakteristik masing-masing,” terang Purbaya di Kampus BINUS, Jakarta (21/3/2023).

BACA JUGA: Satpol PP DIY Segel Kafe di Minomartani, Penyebabnya Ini

Jika ingin melakukan investasi, masyarakat  perlu mengetahui dampaknya. Contohnya, kenaikan pertumbuhan ekonomi  berdampak kenaikan harga saham, SUN dan rupiah.

Sementara pelemahan nilai tukar akan berdampak penurunan ke pasar saham dan pasar SUN.

Purbaya mengatakan,  ada berbagai manfaat meningkatnya literasi keuangan bagi generasi muda.

Antara lain, generasi muda mampu memilih dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan.

Memiliki kemampuan melakukan perencanaan keuangan.  Juga mengetahui aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas.

BACA JUGA: Kotabaru, Destinasi Wisata Malam di Kota Yogyakarta, Menggugah Nostalgia Jaman Kolonial

Purbaya berharap agar literasi keuangan  dapat menjadi budaya.  Membentuk karakter untuk berinvestasi sesuai risiko.

“Selain budaya menabung,  juga bisa menyisihkan sebagian uang untuk berinvestasi. Namun, perlu mengetahui konsep dasar berinvestasi,” katanya.

Purbaya menyebut  risk-return trade off atau semakin tinggi return,  akan berbanding  semakin tinggi risiko.

Pengetahuan mengenai instrumen investasi yang paling cocok dan aman bagi para calon investor juga sangat penting. (*)