ZonaJogja.Com – Sekitar 60 ekor tukik dilepas di Pantai Trianggulasi Taman Nasional Alas Purwo, Sabtu (29/7/2023).
Terdiri 40 jenis penyu abu-abu dan 20 penyu hijau. Pelepasan tukik merupakan komitmen menjaga konservasi keberadaan penyu langka yang dilindungi di Indonesia.
Acara pelepasan dilakukan Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof Dr Ova Emilia MMedEd SpOG (K) PhD dan Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo, Novita Kusumawardani.
Pelepasan menandai secara simbolis kerja sama UGM dengan Balai Konservasi Taman Nasional dalam memperkuat pengembangan bidang pendidikan dan penelitian.
“Kita ingin kerja sama dalam pemberdayaan dan konservasi yang lebih produktif lagi,” kata Novita.
BERITA LAIN: Peringati 17an, JCM Gelar Pameran Alutsista, Juga Ada K-Pop Lovers
Pasalnya, pelestarian flora dan fauna di Taman Nasional Alas Purwo memerlukan dukungan para akademisi.
Sementara pelepasan penyu untuk pengunjung dilakukan setiap akhir pekan.
Kegiatan ini mengedukasi pengunjung tentang pentingnya pelestarian hewan yang dilindungi.
Penyelamatan sarang penyu dan melepas tukik di laut lepas dilakukan sejak tahun 1980-an.
Mulai mencari sarang telur penyu pada malam hari, hingga dipindah ke lokasi penangkaran penyu di Pantai Ngagelan.
BERITA LAIN: Betulkah Keindonesiaan dalam Batik Telah Hilang? Ini Jawaban Kurator dan Perajin
Patroli sejauh kurang lebih 18,5 kilometer setiap malam di sepanjang pantai.
Novi menyebutkan ada empat jenis penyu dari enam jenis penyu yang pernah mendarat di pantai seluruh Indonesia.
Yakni, penyu hijau, penyu sisik, penyu belimbing dan penyu abu-abu. Pada tahun ini, Taman Nasional Alas Purwo menemukan sekitar 150 sarang penyu. (*)











